ANAK - anak ikut pengendalian hama tikus di wilayah kecamatan maos sebelum mulai masa taman ( MT)l ,rabu (4/12)

CILACAP, SATELITPOST – Menjadi Kabupaten terluas di Provinsi Jawa Tengah, Cilacap memiliki luas mencapai 225.361 hektar. Berbagai potensi terdapat di daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Barat tersebut, salah satunya yakni pertanian.

 

Perlu diketahui, sekitar 80 persen luas wilayah di Cilacap merupakan wilayah pertanian baik berupa sawah, perkebunan, hutan negara, dan lain sebagainya. Tercatat sebesar 64.738 hektar lahan di Cilacap merupakan pertanian sawah.

 

Hal tersebutlah yang membuat pertanian menjadi sektor perekonomian utama bagi masyarakat Cilacap. Meskipun masih ada sektor lain seperti perindustrian dan berdiri megah beberapa perusahaan besar seperti Pertamina, Solusi Bangun Indonesia (Holcim), PLTU, dan lain sebagainya.

 

Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten CIlacap Ermawati Syahyuni mengatakan, jika pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Sehingga sampai dengan saat ini, Kabupaten Cilacap masih menempati posisi teratas di Provinsi Jawa Tengah.

 

“Sampai dengan bulan Oktober, produksi (angka sementara) kita 714.218 ton GKG (Gabah Kering Giling) dengan produktivitas sekitar 62.814 kuintal/ha,” katanya, Rabu (04/12).

 

Dari angka tersebut, pada tahun 2019 ini Kabupaten Cilacap tentunya sudah mengalami surplus. Bahkan angka surplusnya sudah mencapai lebih dari 200 ribu ton beras. Dengan semakin baiknya produktivitas di Cilacap, harapanya kesejahteraan petani bisa lebih terjamin.

 

Lebih lanjut kata Erma, bahwa saat ini sejumlah petani juga sudah mulai menggarap lahan pertaniannya untuk masa tanam (MT) I. Namun sejumlah petani masih belum melakukan penanaman karena musim hujan mengalami pemunduran.

 

“Belum selesai, masa tanam mundur karena hujannya juga mundur. Yang tanam 25 ribuaan ha dari luas baku 64.738 ha,” ujar dia.

 

Meski demikian pihaknya menyebut, jika hujan mulai turun petani bisa segera melakukan penanaman. Karena Dinas Pertanian, sebelumnya sudah melakukan beberapa upaya pengendalian hama seperti tikus maupun wareng batang coklat. Dengan upaya tersebut, harapanya produktivitas pertanian kedepan akan semakin meningkat. “Potensi hamanya ada wereng batang cokelat, tapi alhamdulillah sudah diantisipasi dengan melakukan gerakan pengendalian,” katanya. (And)