SOSIALISASI perda oleh DPRD dan stakeholder kepada lurah dan ormas di Kecamatan Cilacap Tengah, Rabu (5/12).SATELITPOST/RENNY TANIA

CILACAP, SATELITPOST-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cilacap melakukan sosialisasi peraturan daerah (perda) yang sudah diterbitkan. Sosialisasi dilaksanakan bersama dengan stakeholder terkait di Pendapa Kecamatan Cilacap Tengah.

 

Sosialisasi dilaksanakan oleh anggota Komisi D DPRD Cilacap. Di antaranya Guntur Sucipto dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Nasirotuddiniyah dari Fraksi PKB serta Ririn Fajriyah, dari Fraksi PAN. Didampingi dari Dinas Kesehatan, Dinas Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak, UPT Pemadam Kebakaran, Bagian Hukum serta Bagian Perundang-undangan Sekretariat Dewan.

 

Ada empat perda yang disosialisasikan, di antaranya Perda Nomor 2 tahun 2015 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Cilacap, Perda Nomor 5 tahun 2018 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran, Perda Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin, serta Perda Nomor 6 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak.

 

“Sosialisasi ini dilaksanakan agar masyarakat mengetahui perda yang sudah diperjuangkan oleh eksekutif dan legislatif untuk kepentingan masyarakat,” kata Kepala Bagian Hukum dan Persidangan DPRD Cilacap, David Darmawan, kemarin.

 

Sosialisasi ini diikuti sebanyak 50 orang, dari lima kelurahan di Kecamatan Cilacap Tengah. Mulai dari lurah, ketua LPMK, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi wanita.

 

Camat Cilacap Tengah, Annisa Fabriana mengatakan, meski baru pertama kali digelar di Kecamatan Cilacap Tengah, masyarakat yang hadir antusias menyimak perda yang disosialisasikan.

 

“Materi yang disampaikan ini merupakan hal yang urgen dan diperlukan masyarakat. Nampaknya mereka antusias, dan bagi mereka hal baru dilakukan oleh anggota dewan sendiri menjadi hal yang menarik,” katanya.

“Harapannya ini akan rutin dilakukan, syukur bisa dilakukan satu tahun 2 kali, dan masyarakat yang datang tidak hanya 50 orang. Sehingga penyebarannya akan lebih cepat ke masyarakat,” ujarnya.  (ale)