pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mandiri di SMP Raden Fatah Cimanggu Kecamatan Cimanggu, Senin (22/4).

DAYEUHLUHUR, SATELITPOST-Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP se-Distrik Majenang diwarnai insiden ganguan server jaringan internet, Senin (22/4/2019).

Di SMP Negeri 2 Dayeuhluhur, gangguan server terjadi pada ujian sesi kedua. Sekitar pukul 12.45 wib server mengalami gagal login. Akibatnya sebanyak 114 siswa terpaksa menunggu untuk bisa melaksanakan UNBK.

pemulihan siswi kelas 9 SMP Negeri 2 Dayeuhluhur tidak bisa melaksanakan UNBK dihari pertama karena gangguan pada server internet sehingga terjadi penundaan

 

Sementara itu, di MTs Maarif NU Cimanggu, gangguan terjadi di sesi pertama. Saat siswa baru mengerjakan 25 soal, tiba-tiba jaringan internet langsung log off dan tidak bisa dilanjutkan.

Kepala SMP Negeri 2 Dayeuhluhur Bagus Sugiono SPd MPd saat dikonfirmasi SatelitPost membenarkan sebagian dari siswa tidak bisa melaksanakan UNBK karena terkendala pada server internet. Sehingga membuat para siswa menunggu.

Dijelaskan, baru tahun ini pihaknya melaksanakan UNBK secara mandiri. Dengan jumlah peserta 231 siswa. Pelaksanaan UNBK dilakukan di dua tempat. Yakni di SMPN 2 Dayeuhluhur sebanyak 116 dan di SMK Negeri 3 Kota Banjar sebanyak 114 siswa.

“Dilaksanakan di dua tempat karena keterbatasan sarana prasarana komputer. Jumlahnya tak sesuai dengan jumlah siswa yang mengikuti UNBK,” kata dia.

Menurutnya, gangguan server internet dialami oleh siswanya yang melaksanakan ujian di SMKN 3 Kota Banjar. Pada sesi 2, sekitar pukul 12.45 wib server mengalami gagal login.

“Hasil koordinasi dengan pihak Dinas P dan K Kabupatena Cilacap, kemungkinan akan dilakukan dengan penggantian soal. Hari ini (kemarin, red) terus kita upayakan perbaikan server untuk hari ke dua,” kata dia.

Sementara itu seorang siswa Tita Rahayu mengaku, sangat sangat kesal dan jenuh serta sedikit kecewa karena harus menunggu lama. Namun karena ada kendala dia dan teman-temannya harus sabar menunggu sampai maslah tersebut bisa teratasi.

 

“Sedikit kecewa karena kesal dan sudah jenuh dari pagi menunggu sampai siang  tapi kami pasrah dan sabar menunggu,” kata dia.(taslim@satelitpost.com)

28.240 Siswa Ikuti UNBK dan UNKP

 

Ketua Komda SMP Majenang Suwarno SPd MPd mengungkapkan, pada pelaksanaan UNBK secara mandiri diikuti 10 sekolah. Meliputi SMPN 1 Dayeuhluhur, SMPN 2 Dayeuhluhur, SMPN 1 Majenang, SMPN 2 Majenang, SMPN 3 Majenang, SMPN 4 Majenang, MTs Negeri Majenang, SMP Muhammadiyah Majenang, SMP Raden Fatah Cimanggu, SMP Muhammadiyah Wanareja. Sedangkan 44 sekolah lainnya melaksanakan UNBK menginduk atau menumpang  ke sekolah lain yang jaraknya lebih dekat.

Dijelaskan, UNKP diikuti dua sekolah. Yakni SMP Islam Caruy dan SMP PGRI Caruy dengan jumlah peserta sebanyak 236 siswa. Dari jumlah 5.582 siswa peserta UNBK, ada sebanyak 14 siswa yang tidak hadir untuk mengikuti UNBK dan 1 siswa tak ikuti UNKP.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Cilacap melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Nunung Sugiono mengatakan, bahwa UNBK diikuti 254 sekolah dan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) sebanyak 8 sekolah. Sementara jumlah peserta UN sendiri di Cilacap ada sebanyak 28.240 peserta.

Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Tadi memang ada sedikit masalah tetapi bisa di atasi di SMP PGRI Bantarsari, jadi loading-nya agak lama,” ujarnya.

Kendati demikian secara keseluruhan pelaksanaan UNBK hari pertama ini tidak ada masalah yang begitu berarti. Diharapkan hingga akhir pelaksanaan nanti semua bisa berjalan dengan lancar.

UNBK dan UNKP sendiri berlangsung selama 4 hari, dengan mata pelajaran yang diujikan setiap harinya berturut-turut adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). (lim/and)