SEJUMLAH nelayan di Cilacap memilih untuk menyandarkan kapalnya di tepi pantai menyusul adanya peringatan gelombang tinggi, Jumat (28/6/2019).SATELITPOST/AHMAD ANDRIAN
SEJUMLAH nelayan di Cilacap memilih untuk menyandarkan kapalnya di tepi pantai menyusul adanya peringatan gelombang tinggi, Jumat (28/6/2019).SATELITPOST/AHMAD ANDRIAN

CILACAP, SATELITPOST – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan maupun Samudra Hindia Selatan Cilacap hingga hingga Yogyakarta setinggi 4-6 meter, Jumat (28/6/2019).

 

“Hal tersebut terjadi karena angin timuran yang berhembus dari Benua Australia menuju ke Benua Asia berlangsung selama musim kemarau. Untuk kondisi gelombang laut masih tinggi dan angin di wilayah perairan dan Samudera Hindia selatan masih kencang,” ujar Kepala Kelompok Teknisi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo melaui Prakirawan Cuaca Rendi Krisnawan.

 

Tinggi gelombang tersebut diperkirakan berlangsung hingga tanggal 1 Juli 2019 mendatang. Sementara sejumlah nelayan yang belum terlanjur untuk melaut, lebih memilih menyandarkan perahunya.

 

Ketua Rukun Nelayan PPC Misno mengatakan, bahwa memang tidak semua nelayan tidak melaut. Bagi yang sudah terlanjur mungkin tetap melaut untuk mencari ikan. Namun ada sebagian juga yang berniat untuk tidak melaut karena melihat gelombang kurang begitu memungkinkan.

 

“Ini saja tadi sejumlah kapal milik saya pulang karena gelombang tinggi,” katanya.

 

Nelayan lain Yulianto juga mengungkapkan, ketika gelombang sedang tinggi seperti ini memang kadang ada sebagian nelayan yang nekat atau mungkin terlanjur sudah berangkat. Namun pendapatan biasanya kurang begitu maksimal.

 

“Memang tidak bisa ditebak ketika melaut kita bisa dapat berapa. Namun semakin tinggi gelombang membuat semakin sulit memperoleh hasil,” ujarnya.

Terlebih untuk nelayan udang, pendapatan akan semakin minim. Menangkapnya akan sulit karena udang berada di karang dan dasar laut. Kalau pada saat kondisi baik bisa memperoleh pendapatan sampai Rp 11 juta, tetapi jika gelombang tinggi paling dapat Rp 1,5 juta atau tidak dapat sama sekali, tidak bisa ditentukan. (and)