BUKU-buku hasil karya guru cilacap yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis dipamerkan beberapa waktu lalu.SATELITPOST/RENNY TANIA

CILACAP, SATELITPOST – Menulis buku bukan perkara gampang. Pun butuh biaya yang tidak sedikit. Akan tetapi, itu terbantahkan oleh para guru-guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis (K’gum) Kabupaten Cilacap.

Dalam satu tahun sejak didirikan 1 Desember 2018, sudah ada sebanyak 78 guru yang menulis buku, dan menghasilkan sebanyak 102 buku yang diterbitkan. Bahkan, hasil karya para guru-guru TK, SD dan SMP di Kabupaten Cilacap ini dipamerkan bekerjasama dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Cilacap beberapa saat lalu. Pameran buku fiksi dan non fiksi yang diikuti 40 penulis ini dibuka oleh Balai Bahasa Jawa Tengah, Kamis (28/11) lalu.

Mindset guru selama ini kalau menulis buku itu sulit, dan membutuhkan biaya yang mahal dan tidak sedikit, apalagi buku yang ber-ISBN (Internasional standar book number). Tapi kesulitan ini mampu diatasi, guru bisa menulis tanpa mengeluarkan biaya mahal,” katanya.

Saat ini sudah ada sebanyak 218 orang anggota K’Gum, sejak didirikan pada Bulan Desember 2018. Tempat ini, kata da menjadi wadah bagi guru-guru yang suka menulis, dan menuangkan ide kreativitasnya, dengan difasilitasi penerbitan buku. Serta mendapatkan bimbingan dari Balau Bahasa Jawa Tengah.

Buku-buku hasil karya guru-guru di Kabupaten Cilacap ini, dipasarkan secara mandiri, melalui media sosial. Sudah ada beberapa sekolah di luar Cilacap yang telah memeli paket buku dari K’Gum ini, mulai dari Palembang, Tegal maupun Ponorogo.

Pihaknya bun berharap agar sekolah-sekolah yang ada di Cilacap juga turut serta membeli karya dari K’gum ini. Selain itu juga berharap pemerintah daerah ikut  mengapresiasi dengan membeli buku karya guru-guru ini. Pasalnya, buku-buku hasil tulisan penulis di K’Gum ini juga bisa menambah ilmu bagi para siswa.

“Kami ingin juga diapresiasi oleh Pemkab dan juga sekolah-sekolah yang di Cilacap untuk membeli karya kami. Sekolah lain di luar Cilacap sudah berani membeli, kenapa yang di Cilacap belum,” katanya. Untuk itu, agar lebih memasarkan hasil karya K’Gum ini, akan digelar berbagai pameran buku, dan juga sosialisasi Komunitas Guru Menulis di Cilacap. (ale)