CILACAP, SATELITPOST-Pencuri aki lampu tenaga surya di sekitar Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) berhasi diungkap jajaran Kepolisian Resor Cilacap. Aksi yang dilakukan oleh pelaku yang berprofesi sebagai nelayan ini sudah terjadi beberapa kali.

Kepala Kepolisian Resor Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kasat Reskrim AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan jika petugas berhasil mengamankan satu pelaku, AM alias Banteng (18) warga Tehalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan. Sedangkan dua pelaku lainnya, ADE alias Badeg (35) dan Sukro (36) masih dalam pengejaran petugas.

Aksi pelaku ini diketahui oleh petugas jaga di pintu pelabuhan pada 6 November malam. Saat itu, petugas dilapori jika melihat ada tiga orang berada dibawah tiang lampu tenaga surya. Setelah dilakukan pengecekan ternyata dua buah aki merek Titanium sudah tidak ada di tempat.

“Jadi para pelaku ini memanjat tiang lampu tenaga surya, dan kemudian mengambil dua aki yang diperkirakan harganya mencapai Rp 8 juta,” katanya.

Petugas pun melakukan penyelidikan, dan mengarah kepada tersangka AM alias Banteng. Pria yang memiliki tato gambar bintang di dahinya ini pun diamankan di rumahnya.

“Pengakuan tersangka sudah melakukan aksinya tiga kali, dan pencurian ini dilakukan bersama dua pelaku lainnya yang masih dalam pengejaran,” kata Kasat.

Setelah dilakukan inventaris, ada sebanyak 50 tiang lampu penerangan jalan tenaga surya yang kehilangan akinya. Padahal satu tiang terdapat dua aki.

AM alias Banteng mengaku jika sudah mengambil sekitar 6 buah aki dari lampu penerang jalan bertenaga surya tersebut. Dia yang mengaku nelayan ini ikut mengambil aki, karena diajak temannya. “Saya diajak teman, dia yang manjat saya yang dibawah. Satu tiang ada dua aki, satu aki dijual Rp 1,4 juta,” katanya.

Uang hasil penjualan aki curian tersebut dibagi dengan yang lainnya, dan digunakan untuk membeli alat tangkap ikan. “Kalau hasil melaut kosong, jadi cari aki,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Banteng dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. (ale)