POLISI menghadirkan IP (29), warga Desa Bajing Kulon, Kecamatan Kroya yang nekat mencuri kotak amal milik Masjid Darul Falah, di Desa Pekuncen, Kecamatan Kroya, untuk memenuhi kebutuhan dan membayar hutang, saat konferensi pers di Mapolres Cilacap, Senin (9/9).SATELITPOST/ALE
POLISI menghadirkan IP (29), warga Desa Bajing Kulon, Kecamatan Kroya yang nekat mencuri kotak amal milik Masjid Darul Falah, di Desa Pekuncen, Kecamatan Kroya, untuk memenuhi kebutuhan dan membayar hutang, saat konferensi pers di Mapolres Cilacap, Senin (9/9).SATELITPOST/ALE

CILACAP, SATELITPOST – Mengaku sudah lebih dari empat tahun tak dinafkahi sang suami, IP (29) warga Desa Bajing Kulon, Kecamatan Kroya, nekat mencuri kotak amal milik Masjid Darul Falah, di Desa Pekuncen, Kecamatan Kroya, untuk memenuhi kebutuhan dan membayar hutangnya yang sudah menumpuk. IP melancarkan aksinya sekitar pukul 17.00 WIB, setelah sebelumnya menunggu masjid dalam keadaan sepi.

Dirasa aman, kotak amal yang ada di depan pintu masuk masjid dia bawa dengan memasukkannya ke dalam karung plastik. Selanjutnya, kotak amal dari bahan kaleng ini pun dibawa kabur menggunakan sepeda motor.

Namun, aksi tersebut diketahui pengurus masjid yang kemudian melaporkannya kepada petugas Polsek Kroya. Petugas pun kemudian melakukan pengejaran di sekitar Desa Pekuncen, bermodal nomor polisi kendaraan yang digunakan pelaku.

“Pelaku berhasil ditangkap 30 menit setelah melakukan aksinya. Setelah mendapatkan laporan, petugas langsung melakukan pencarian dan pengejaran hingga pelaku sempat terjatuh dari sepeda motornya,” ujar Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto, melalui Kasatreskrim, AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar, saat konferensi pers di Mapolres Cilacap, Senin (9/9/2019).

Pelaku diamankan beserta kotak amal berisi uang Rp 5.183.000 yang belum sempat dibukanya. Selain itu, petugas juga mengamankan sepeda motor yang digunakan untuk mencuri, serta satu buah karung plastik.

Ibu dua orang anak ini mengaku, sejak anak keduanya lahir, suaminya yang berjualan cilok tidak pernah lagi memberikan nafkah. Padahal, dia hanya ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan.

“Setiap minggu harus bayar hutang Rp 120 ribu ke KSP (Koperasi Simpan Pinjam), dan suami saya tidak pernah memberi nafkah sejak anak kedua lahir,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, IP terpaksa berpisah dengan kedua anaknya karena harus mendekam di bui. IP dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (ale)