Jateng Ganjar Pranomo menyerahkan bantuan infrastrukturJalan Desa Pesanggrahan - Ciwuni kepada DPUPR Cilacap sebesar Rp 10 miliar, senin (8/4)

CILACAP, SATELTPOST-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan bantuan tahun 2019 kepada masyarakat Cilacap, di Pendapa Wijayakusuma Sakti, Senin (8/7). Selain penyerahan bantuan juga sekaligus silaturahmi dengan penerima bantuan di tahun 2018.

 

Ada beberapa bantuan yang diserahkan kemarin, di antaranya peningkatan Jalan Pesanggrahan-Ciwuni Kecamatan Kesugihan kepada Kepala DPU PR Cilacap senilai Rp 10 miliar, pembangunan Puskesmas Cilacap Selatan Rp 8 miliar, bantuan keuangan kepada 269 desa masing-masing Rp 20 juta, dan operasional KPMD masing-masing Rp 5 juta.

Bantuan keuangan rumah tidak layak huni (RTLH) masing-masing Rp 30 juta/desa, pembangunan gedung Ponpes Ar-Barakah Dusun Kawunganten Lor Kecamatan Kawunganten Rp 35 juta, pembangunan gedung MI Yabaki Planjan Kesugihan Rp 70 juta. Kartu Jateng Sejahtera diserahkan kepada sebanyak 848 orang, sepeda motor untuk rumah yatim, bantuan untuk 50 keluarga miskin masing-masing Rp 500 ribu melalui tabungan Tamades BPR BKK.

Bantuan satu unit mobil operasional SLBN Cilacap, bantuan 165 unit RTLH senilai Rp 1.650.000.000, 2 unit cultivator senilai Rp 88,8 juta untuk Kantor Ridho Hidayah Desa Panisihan Maos, 2 unit cultivator senilai Rp 88,8 juta Kantor Karya Tani Desa Pesahangan Cimanggu. Bangunan dam penahan 2 unit senilai Rp 80 juta Kelompok Tani Silih Asuh Desa Sepatnunggal  Majenang, sarpas pemadam kebakaran hutan senilai Rp 83,5 juta untuk MMP Tri Manunggal Desa Sawangan Jeruklegi. Serta penerima Kartu JKN/KIS PBI APBD Provinsi sebanyak 11.443 orang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, bantuan yang diberikan berupa infrastruktur, kesehatan, jaminan-jaminan kepada mereka yang berkebutuhan khusus, serta lansia melalui Kartu Jateng Sejahtera.

“Kartu Jateng Sejahtera, kenapa dibuat karena mereka sering tidak ter-cover. Berharap dapat dari KIS, kalau dapat ok, tetapi kalau tidak dapat? maka diterbitkan kartu ini,” ujarnya.

 

Ganjar juga berpesan kepada penerima agar bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, serta dirawat dengan baik. “Saya pesan, yang sudah diterima dirawat dengan baik, dimanfaatkan dengan baik. Yang berupa barang jangan dijual,” ujar Ganjar pada sambutannya, kemarin.

Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Mulai pembangunan infrastruktur, RTLH, dan lainnya.

“Pak Gubernur setiap datang ke Cilacap pasti membawa buah tangan, berbagi dengan masyarakat Cilacap. Jumlah bantuan hampir Rp 100 miliar lebih, akan tetapi kami minta tolong, segitu banyak bantuan yang sudah diberikan, kami minta terus (diberikan, red) dan syukur-syukur ditambah. Kami siap manut nderek pak Gubernur, dengan mboten korupsi dan ngapusi,” katanya.

 

Ada sebanyak 1.500 orang penerima bantuan mulai dari kepala desa, masyarakat dan lainnya, datang ke Pendapa Wijayakusuma kemarin.

 

Srini (56) warga Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan penerima Kartu Jateng Sejahtera mengatakan, sudah mendapatkan sejak tahun 2018 lalu. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai yang diambil melalui ATM dengan setiap bulan sebesar Rp 250 ribu.

“Diberikannya biasanya 3 bulan, atau lima bulan. Setiap bulan mendapat Rp 250 ribu. Alhamdulillah sangat membantu saya yang hidup sendirian ini,” ujarnya.

 

Janda yang tidak memiliki anak ini mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Karena dari hasil berjualan es dan jajanan di Benteng Pendem tidak selalu bisa memenuhi kebutuhan. (ale)

Rigid Beton Dilaksanakan Bulan Mei

Bantuan pembangunan infrastruktur Jalan Pesanggrahan-Ciwuni Kecamatan Kesugihan senilai Rp 10 miliar diterima Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang Kabupaten Cilacap Ristiyanto di Pendapa Wijayakusuma, Senin (8/4).

Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan jalan Desa Pesanggrahan-Ciwuni Kecamatan Kesugihan, yang rusak akibat dilewati dump truck pengangkut batu boulder untuk proyek PLTU Karangkandri.

Akan tetapi anggaran tersebut tidak sesuai dengan yang diusulkan sebelumnya, yakni sekitar Rp 20 miliar. Kepala DPUPR Kabupaten Cilacap, Ristiyanto mengatakan jika proses usulan memang Rp 20 miliar, akan tetapi hanya disetujui Rp 10 miliar.

“Tentunya karena anggaran harus dibagi-bagi diurai, sehingga dari proses usulan Rp 20 miliar, cuma disetujui Rp 10 miliar, dan kita dari Pemkab Cilacap akan ada dana pendampingan sebesar Rp 5 miliar,” ujarnya.

Total jalan yang mengalami kerusakan di Desa Pesanggrahan-Ciwuni ada sepanjang 6 km. Dari anggaran APBD Jateng, dengan nilai Rp 10 miliar, kata Risti, bisa untuk membangun jalan rigid sepanjang 3 km, sedangkan untuk anggaran dari pemda sebesar Rp 5 miliar untuk membangun sepanjang 1,5 km.

“Jadi nanti sekitar 4,5 km. Tinggal sedikit lagi,” katanya.

Untuk pembangunannya sendiri, ditargetkan dilaksanakan pada Mei mendatang. Saat ini, semua dokumen sudah di upload di ULP untuk proses pengadaan barang dan jasa.

“Mudah-mudahan sekitar bulan Mei nanti aplikasi lapangannya, dan konstruksi rigid,” katanya.

Warga Desa Keleng, Nuryanto mengaku menyambut baik rencana akan dibangunya rigid beton di Jalan Pesanggrahan-Ciwuni yang sudah lama dinanti masyarakat. Pasalnya, dampak lalu lintas angkutan dump truck pengangkut batu berdampak rusaknya jalan.

“Kalau kemarau debu berterbangan, sedang kalu musim hujan jalan dipenuhi air, mudah-mudah pembangunan rigid beton segera direalisasi agar tranportasi warga lebih lancar dan aman,” ujarnya. (ale)