PELAJAR yang dirazia, didata dan diberi pembinaan di kantor Satpol PP Cilacap, Rabu (11/9/2019).SATELITPOST/RENY TANIA
PELAJAR yang dirazia, didata dan diberi pembinaan di kantor Satpol PP Cilacap, Rabu (11/9/2019).SATELITPOST/RENY TANIA

CILACAP, SATELITPOST-Sejumlah 21 siswa siswi sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Cilacap terjaring operasi penertiban pelajar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rabu (11/9/2019). Para siswa-siswi yang masih mengenakan pakaian sekolah ini ngeluyur di saat jam belajar di sekolah masih berlangsung.

Mereka terjaring pada saat nongkrong di warung Jalan Masjid juga di wisata Hutan Payau. Takut terendus Satpol PP, pada saat di Hutan Payau, beberapa pelajar SMP pun bersembunyi di WC. Namun, aksi mereka tetap ketahuan oleh petugas Satpol PP.

Para siswa-siswi ini pun kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan dan pendataan. Tas dan juga ponsel yang mereka bawa pun turut dicek. Selain itu mereka juga dilatih baris berbaris serta upacara bendera. Selain itu, mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Kepala Satpol PP Cilacap Yuliaman Sutrisno mengatakan operasi penertiban seringkali dilakukan. Akan tetapi masih saja ditemukan pelajar yang membolos di jam belajar sekolah, dan berada di warung atau tempat lainnya hanya untuk nongkrong. Aksi mereka ini juga seringkali meresahkan masyarakat sekitar.

“Mereka kami bawa ke kantor dan diberikan pembinaan, agar tidak mengulangi kegiatannya, dan juga menandatangani surat pernyataan untuk tidak melakukannya lagi,” ujar Kasatpol PP, kemarin.

Yuliaman, juga mengatakan jika operasi penertiban pelajar ini dilakukan untuk kepentingan para pelajar sendiri. Agar mereka tidak terpengaruh kedalam kegiatan atau hal-hal yang negatif, karena diluar pengawasan orang tua dan juga guru. “Mereka sebenarnya hanya bermain-main khas anak-anak, tetapi dikhawatirkan menjadi kebiasaan, terutama di waktu belajar di sekolah,” katanya. (ale)