CILACAP, SATELITPOST-Kekeringan yang terjadi di Kabupaten Cilacap terus meluas. Termasuk di Kecamatan Kampung Laut. Hanya saja tak semua desa di Kampung Laut kesulitan mengakses air bersih.

Camat Kampung Laut Nurindra Wahyu Wibawa mengatakan, dari empat desa yang ada (Klaces, Ujung Alang, Panikel, dan Ujung Gagak, red) hanya ada dua desa yang mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau.

“Dua desa yang mengalami kesulitan air bersih adalah Desa Panikel dan Desa Ujung Gagak,” ujarnya.

Dua desa ini, kata dia, yang lokasinya jauh dari mata air yang ada di Nusakambangan. Berbeda dengan Desa Klaces dan Ujung Alang yang jaraknya tidak jauh.

Ada lima mata air di Nusakambangan yang biasa dimanfaatkan oleh warga di Kampung Laut untuk mendapatkan air bersih. Mereka yang dari Panikel maupun Ujung Gagak biasanya mengunakan perahu untuk mengambil air dari sumber mata air di Nusakambangan.

Satu perahu bisa menampung sekitar 600 liter air bersih, yang bisa digunakan warga memenuhi kebutuhan air bersihnya.  Nurindra mengatakan, ada sekitar seribu lebih warga yang rutin mengambil air menggunakan perahu ke mata air.

Dulu, warga memanfaatkan air hujan untuk konsumsi. Namun saat ini, karena musim kemarau, warga lebih memilih untuk mengambil air menggunakan perahu. Tidak hanya itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap sudah beberapa kali menyalurkan air bersih kepada warga di Desa Panikel.

Berbeda dengan warga di Desa Ujung Alang, Nurindra mengatakan saat ini sudah ada pipanisasi yang langsung ke rumah-rumah. Ada sekitar 500 kepala keluarga yang memanfaatkan pipanisasi ini.

“Untuk pipa besarnya dari bantuan Kementerian PU. Dan pipa kecil yang ke rumah-rumah warga ini dari dana desa yang dikelola oleh BUMDes,” katanya.

Juni, warga Desa Ujung Alang mengatakan desanya tidak mengalami kesulitan mencari air bersih. Meskipun saat ini musim kemarau.

“Ada mata air dari Nusakambangan, kita biasanya ngambil di sana, ngga kekurangan air bersih,” katanya. (ale@satelitpost.com)