CILACAP, SATELITPOST-Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cilacap Mitra Patriasmoro dengan cepat merespons terkait dengan viralnya bayi penderita hidrosefalus. Diketahui, anak dari Aniyah (35) yang lahir secara caesar di RSUD Majenang pada Kamis (28/11) lalu menderita hidrosefalus.

Semula kabar tersebut beredar di media sosial Facebook Info Majenang. Kemudian tidak berselang lama menyebar ke sejumlah media lini massa lain. Sebagai Ketua Komisi A DPRD Cilacap Mitra Patriasmoro menyebut dirinya mendapat take kabar tersebut.

“Pada awalnya saya di-take di Facebook, kemudian saya bersama dengan anggota Komisi A Nike Yunita mengontak pihak keluarga dan berkoordinasi dengan Direktur RSUD Majenang termasuk Dinkes dan pemerintah setempat agar permasalhan ini cepat ditangani,” katanya, Rabu (4/12).

Menurutnya, dari informasi di media sosial orangtua bayi penderita hidrosefalus merupakan warga Desa Ciporos, Kecamatan Karangpucung, Cilacap. Keluarga tersebut merupakan keluarga sederhana dan tidak mampu. Sehingga semasa kehamilan Aniyah tidak pernah menjalani USG (Ultrasonography).

Kemudian ketika akan persalinan anak ke-3 tersebut Aniyah kesulitan. Akhirnya harus dirujuk ke RSUD Majenang dan menjalankan operasi caesar. Setelah lahir, diketahui anaknya mengidap penyakit hidrosefalus. Dimana keadaan tersebut ditandai dengan kepala yang membesar secara tidak normal akibat adanya penumpukan cairan di rongga ventrikel otak. Dokter menyarankan agar segera dilakukan operasi.

“Karena tidak memiliki biaya, berdasarkan komunikasi dan koordinasi saya dan Direktur Umum RSUD Majenang serta Dinas Kesehatan. Akhirnya biaya persalinan dicover Jampersal (Jaminan Persalinan) dari pemerintah daerah, sehingga gratis,” ujar dia.

Sedangkan bayinya akan dirujuk ke RS Margono untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. Kemudian untuk meringankan biaya pengobatan sang bayi akan didaftarkan ke BPJS Kesehatan terlebih dahulu. Sembari menunggu prosesnya selesai, sang jabang bayi diperbolehkan pulang terlebih dahulu dari RSUD Majenang untuk mendapatkan ASI dari Ibu.

Alhamdulillah pelayanan baik termasuk koordinasi dengan Dinas terkait dan elemen masyarakat. Ini sangat membatu sekali, mudah-mudahan secepatnya setelah dua minggu kedepan dirujuk ke RS Margono bayi bisa segera pulih dan sehat,” katanya.

Sebagai anggota dewan yang kebetulan daerah tersebut merupakan wilayah kerjanya, Mitra Patriasmoro meminta agar selama penanganan di rumah, kondisi bayi untuk selalu dicek kesehatannya oleh petugas kesehatan terkait seperti bidan desa. Kemudian saat dirujuk ke RS Margono, itu bisa diantar menggunakan ambulans puskesmas terdekat. Sehingga ada pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

“Kami kan prinsipnya pelayan masyarakat, kebetulan juga berada di wilayah kami sehingga otomatis kita wajib untuk hadir di sana membantu yang bersangkutan. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik dan bayi kembali sehat. Apabila ada persoalan, maka bisa langsung dikomunikasikan,” ujarnya.

Pihaknya juga turut berterima kasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan bantuan kepada keluarga yang bersangkutan. Mudah-mudahan apa yang telah diberikan tersebut bisa bermanfaat bagi keluarga, termasuk mungkin untuk biaya sehari-hari atau diluar biaya persalinan maupun pengobatan yang sudah tercover. (and)