BONGKAR muatan sembako dan elpiji yang dilakukan di Dermaga Sleko, Kamis (13/6/2019).SATELITPOST/RENNY TANIA
BONGKAR muatan sembako dan elpiji yang dilakukan di Dermaga Sleko, Kamis (13/6/2019).SATELITPOST/RENNY TANIA

CILACAP, SATELITPOST – Okupansi atau tingkat keterisian hotel di Kabupaten Cilacap selama masa libur Lebaran tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

 

Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI Kabupaten Cilacap Amin Suwanto mengatakan, meskipun terlihat beberapa lokasi wisata di padati pengunjung, namun hal tersebut tidak berdampak begitu signifikan untuk perhotelan.

 

“Kalau di tempat saya pengunjung kebanyakan dari orang sedang menggelar hajatan. Misalkan hajatan di tempat saudara di Cilacap kemudian menginap. Kalau soal pengunjung masih lebih ramai tahun lalu,” katanya yang juga merupakan Hotel Manajer Grand Liana Cilacap itu.

 

Menurutnya, pariwisata di Cilacap belum terlalu berdampak besar pada perhotelan. Justru yang masih menjadi andalan yakni urusan industri. Misalkan ada proyek di Pertamina, PLTU maupun perusahan besar lainya. Kemudian banyak tamu menginap karena urusan pekerjaan.

 

“Memang Cilacap belum menjadi tujuan utama. Kalaupun menjadi tujuan wisata, tetapi bukan wisata yang menginap. Ada wisata malam hari yang menggunakan kapal dan menawarkan pemandangan yang indah, tetapi memang belum terlalu dikenal masyarakat luas,” katanya.

 

Lebih lanjut, pada masa libur Lebaran kenaikan ada, namun tidak begitu banyak. Kalau dipersentase paling hanya sekitar 20 persen di tempatnya dibanding hari biasa. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya kadang kamar sampai penuh, bahkan kenaikan bisa mencapai 100 persen.

 

Masih banyak faktor lainya yang tentunya membuat tingkat pengunjung hotel di Cilacap menurun. Tetapi yang pasti pihaknya selalu siap dan selalu memberikan yang terbaik kepada para pengunjung yang akan menginap di hotel-hotel yang ada di Cilacap. (and)

 

Cap.foto : Salah satu pembangunan hotel di Cilacap, Kamis (13/6/2019).SATELITPOST/AHMAD ANDRIAN