CILACAP, SATELITPOST-Maraknya isu adanya begal yang tersebar di media sosial, membuat Kepolisian Resor Cilacap terus meningkatkan patroli di lokasi-lokasi yang rawan. Sampai saat ini belum ada laporan resmi dari masyarakat akan adanya kasus begal.

 

Kepala Kepolisian Resor Cilacap AKBP Djoko Julianto mengatakan jika adanya isu yang berkembang di masyarakat sudah ditindaklanjuti oleh jajarannya. Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat. “Isu itu memang sudah ditindaklanjuti, kita juga sudah sebar tim, baik jajaran Reskrim, narkoba, maupun intelejen,” ujarnya.

 

Di sekitar lokasi rawan kejahatan ini, Polres akan membangun pos-pos pengamanan, dan juga aparat di Polsek-polsek yang ada di Cilacap juga selalu siaga dan waspada. Selain itu juga peningkatan patroli dari TNI Polri dalam beberapa hari ke depan.

 

“Sementara belum ada laporan dari masyarakat belum ada, baik dari Polsek atau Polres, kalaupun  ada akan segera kami tindaklanjuti, dan kami akan terus tingkatkan patroli,” ujarnya.

 

Sementara itu, Satuan Lalu Lintas Polres Cilacap mengeluarkan aplikasi “Lewat Cilacap” yang memberikan informasi terkait dengan jalur mudik Cilacap, kuliner, tempat wisata dan juga tempat istirahat yang ada di Cilacap, terutama di jalur mudik. Selain memberikan informasi ini, aplikasi ini juga bisa digunakan masyarakat untuk memberikan laporan adanya kecelakaan maupun tindak kejahatan, melalui menu Halo Polisi.

 

“Di aplikasi ini ada Halo Polisi muncul semua nomor telepon polsek di setiap wilayah, termasuk nomor saya. Sehingga jika ada permasalahan di wilayah tersebut bisa menghubungi polsek terdekat atau halo kasatlantas,” kata Kasat Lantas Polres Cilacap AKP Ahmad Nur Ari, Selasa (28/5).

Beberapa hari terakhir, ramai di media sosial upaya aksi begal yang terjadi di kecamatan Maos mapun di wilayah hutan Kubangkangkung. Dua wilayah yang diduga akan terjadi begal ini diketahui merupakan daerah kurang penerangan dan juga sepi. (ale)