BUPATI Cilacap Tatto Suwarto Pamuji didampingi Teti Rohatiningsih, Direktur Taman Buah Mekarsari Siti Hutami Endang Adiningsih Soeharto, Ketua Yayasan Damandiri Subiakto Tjakrawerdaya,Ketua KUD Lestari Sejahtera dan Forkompimca beserta Poktan Sari Mukti melakukan Panen Perdana Melon Golden di Desa Madura Kecamatan Wanareja, Sabtu (13/9).SATELITPOST/TASLIM INDRA
BUPATI Cilacap Tatto Suwarto Pamuji didampingi Teti Rohatiningsih, Direktur Taman Buah Mekarsari Siti Hutami Endang Adiningsih Soeharto, Ketua Yayasan Damandiri Subiakto Tjakrawerdaya,Ketua KUD Lestari Sejahtera dan Forkompimca beserta Poktan Sari Mukti melakukan Panen Perdana Melon Golden di Desa Madura Kecamatan Wanareja, Sabtu (13/9).SATELITPOST/TASLIM INDRA

WANAREJA,SATELITPOST-Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menghadiri panen melon golden Kelompok Tani Sari Mukti di Dusun Karangsari, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Sabtu (13/10).

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Direktur Wisata Taman Buah Mekarsari Siti Hutami Endang Adiningsih, putri mantan Presiden Soeharto yang lebih akrab dipanggil Mamik. Didampingi Ketua Yayasan Damandiri Subiakto Tjakrawerdaya.

Panen raya melon golden dilakukan dengan simbolisasi panen yang dilakukan Bupati Cilacap Tatto Suwarto didampingi Tetti Rohatingsih.

Di sela kegiatan, Bupati Tatto mengungkapkan rasa bangganya dengan panen perdana melon golden Kelompok Tani Sari Mukti. Tatto optimistis ini panen ini bisa meningkatkan pendapatan petani di Desa Madura. Dimana desa tersebut juga dikenal berhasil untuk budidaya jambu kristal, belimbing, dan pepaya calina.

“Dengan potensi ini bukan tidak mungkin dikembangkan sebagai argo wisata buah. Seperti halnya di Taman Buah Mekarsari,” ujarnya.

Menurutnya dengan wilayah Cilacap yang luas dan masih banyak lahan kosong menjadi potensial dalam pengembangan pertanian argo bisnis yang berdampak pada pengembangan dan inovasi petani di Cilacap. Selain bisa memanfaatkan lahannya tidak hanya untuk tanaman padi atau palawija tapi juga tanaman buah-buahan.

“Tak hanya lahan yang luas. Nyatanya tanah di sini (wilayah Cilacap, red) cocok untuk menanam sejumlah tanaman buah. Kualitasnya juga bagis dan diarahkan agar masyarakat bisa mengekspor buah-buah tersebut,” kata dia.

Untuk mendukung potensi produksi tanaman buah unggulan pemerintah akan menindaklanjuti dengan menyiapkan segala sarana yang dibutuhkan petani termasuk membangun akses jalan yang memadai sehingga mempermudah transportasi dalam pemasaran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Mamik dan Bapak Subiakto Tjakrawerdaya yang telah membantu memberikan pembinaan dan pinjaman modal kepada Kelompok Tani di Desa Madura,” kata dia.

Senada, Mamik mengatakan, hasil perdana melon golden di Desa Madura memiliki kualitas yang sangat baik. Sebagai tindaklanjut dirinya dari pihak Mekarsari akan melakukan kerjasama dengan para petani buah di Desa Madura untuk menambah varian buah lainnya.

“Ini akan kami tindak lanjuti tidak hanya sebatas simbolis hari ini selanjutnya akan kita kembangkan tanaman buah lainnya karena lahannya (di Desa Madura, red) sebagai pilot project sebelum wilayah lainnya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Mamik juga menyerahkan sertifikat melon golden kepada Ketua Kelompok Tani Sari Mukti dan penyerahan bibit pohon buah kepada Pengurus KUD Lestari Sejahtera.

Kepala Desa Madura Andi Hermawan menyampaikan, masalah yang dihadapi petani di wilayahnya adalah tak bisa menanam padi sepanjang tahun. Pasalnya, lahan yang mereka miliki adalah sawah tadah hujan.

Dengan adanya program diversifikasi penanaman hortikultura, tanaman melon dinilai sangat berpeluang untuk mendapatkan keuntungan. Karena buah melon bernilai lebih ekonomis dibandingkan tanaman palawija lainnya.(lim)