logo satelitpost

CILACAP, SATELITPOST- Rencana relokasi Pasar Burung Kroya yang menempati tanah milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendapat tanggapan dari beberapa pedagang. Meskipun sosialisasi secara pasti terkait hal itu belum dilakukan oleh pemerintah setempat, Rabu (5/12).

Tarhan, pemilik kios yang sudah berjualan di tempat tersebut selama 8 tahun mengaku belum mengetahui secara pasti rencana pemindahan. Namun dirinya sempat mendengar kabar ada dari pihak Dishub, KAI, dan pemerintah setempat melakukan survei.

 

“Kalau mau dipindah ya bagaimana lagi, ini juga tanah PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api). Sudah ada perjanjian dari sewa kan sewaktu-waktu digusur ya sudah siap. Tidak ada istilahnya uang ganti rugi,” Katanya.

 

Menurutnya dirinya juga belum tahu akan pindah kemana. Apabila tanah yang saat ini digunakan untuk berdagang akan dimanfaatkan pemilik dalam hal ini KAI.

 

“Sebelumnya juga ada perpanjangan kontrak, berarti kan belum ada rencana dari PJKA. Tapi ya nggak tahu dari pihak atas ada rencana mendadak,” ujarnya.

 

 

Perlu diketahui sebelumnya dari pihak KAI bersama dengan Dinas Perhubungan dan pemerintah setempat melakukan survei rencana tersebut. Pasalnya akan dilakukan pengembangan termasuk mendata aset-aset milik KAI. Pemindahan direncanakan selesai pada tahun 2020.

 

Dinas Perhubungan sendiri ingin memfasilitasi tempat untuk berjualan para pedagang burung Kroya. Mereka dipersilakan untuk menempati lahan di wilayah terminal yang telah disediakan. Selain itu upaya tersebut dilakukan untuk lebih menghidupkan kembali terminal yang telah lama mangkrak.(and)