CILACAP, SATELITPOST-Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2019 di Kabupaten Cilacap ada sebanyak 88.406 keluarga penerima manfaat (KPM). Angka ini menurun dibandingkan tahun 2018 dengan kuota sekitar 89 ribu. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cilacap U’ong Suparno mengatakan berkurangnya jumlah penerima ini, karena ada yang mundur, serta tidak memenuhi syarat lagi.  “Sampai kemarin ada sekitar 23 KPM, ada yang mundur, dan tidak memenuhi syarat,” ujarnya.

 

PKH, kata U’ong merupakan bantuan sosial bersyarat. Karena itu apabila syaratnya sudah tidak terpenuhi lagi, maka secara otomatis, KPM tidak lagi bisa menerima bantuan tersebut. KPM yang menerima PKH ini, diantaranya ibu hamil, keluarga yang memiliki balita, anak sekolah SD, SMP, SMA. Kemudian lansia diatas 70 tahun, dan juga disabilitas berat.

 

“Kalau syaratnya masih memenuhi maka akan terus diberikan, tapi kalau syaratnya sudah habis maka akan berhenti dengan sendirinya,” katanya.

 

Untuk pencairan tahap I, kata dia sudah dilaksanakan, saat ini menunggu informasi akan adanya pencairan tahap selanjutnya. Warga Jalan Tupai Kelurahan Mertasinga Kecamatan Cilacap Utara, Minem yang menjadi satu penerima PKH ini mengatakan sudah menerima sejak tahun 2016. Sebelumnya ada empat anaknya yang mendapatkan bantuan PKH ini, karena sekolah. “Sekarang tinggal satu, yang masih balita,” ujarnya.

 

Bantuan PKH yang diterima di rekeningnya, kata dia sebesar Rp 1.150.000. Uang tersebut digunakan untuk membeli susu dan makanan tambahan begizi bagi anak balitanya. Menurutnya bantuan yang diberikan, sangat bermanfaat bagi keluarganya, apalagi suamina merupakan buruh. Sehingga selama ini dengan PKH yang diterimanya anaknya bisa sekolah serta mendapatkan gizi yang baik “Alhamdulillah, bisa membantu ekonomi, untuk sekolah, dan buat beli susu,” ujarnya. (ale)