CILACAP, SATELITPOST-Sudah ada sebanyak 219 desa dari 269 desa yang memiliki Badan Umum Milik Desa (BUMDes). Namun dari jumlah tersebut baru tiga BUMDes yang berkembang.

Tiga desa yang BUMDesnya sudah berkembang yakni Desa Sidanegara Kecamatan Kedungreja, Desa Hanum Kecamatan Dayeuhluhur, serta Desa Penggalang Kecamatan Adipala. Sedangkan desa lainnya baru tumbuh.

Anggota Komisi D DPRD Cilacap Suheri meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Cilacap untuk memetakan potensi-potensi yang dimiliki oleh desa. Selanjutnya mengarahkan kepada desa untuk pengembangan usaha di BUMDes. Sehingga desa tidak mengalami kesulitan dalam pengelolaan usaha melalui BUMDes.

“Dispermades perlu menginventarisir potensi yang ada di desa, maka arahkan BUMDes sesuai potensi. Karena SDM di desa masih awam, maka didampingi, dibina, itu yang harus dilakukan,” katanya.

Dinas, kata dia jangan hanya mendorong pembentukan BUMDes, tetapi juga mendampingi sampai bisa berjalan. Pasalnya, pengelolaan BUMdes ini membutuhkan ketrampilan dan pengalaman berwirausaha.

“Jangan hanya didorong pembentukan, tapi tidak tahu nantinya usaha apa. Istilahnya jangan sampai BUMDes layu sebelum berkembang,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Cilacap Achmad Arifin mengatakan jika dinas sudah mengarahkan kepada kepala desa akan potensi yang ada di desa. Seperti pengembangan desa wisata, jual beli toko dan lainnya.

“Kami mendorong desa agar benar-benar memperhatikan BUMDes di desa, setidaknya manakala BUMDes sudah berjalan maka bisa untuk meningkatkan PAD dan juga mengurangi pengangguran,” katanya.

Dispermades, juga memberikan pendampingan kepada desa untuk bisa mengelola BUMDes, sebagai tempat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Serta bisa meningkatkan pendapatan desa. (ale)