WARGA antusias mengikuti layanan pembuatan akta kelahiran dan E-KTP dipendapa desa adimulya kecamatan Wanareja kabupaten Cilacap (13/3).SATELITPOST/TASLIM INDRA

 

WANAREJA,SATELITPOST-Ratusan Warga memadati Pendapa Kantor Desa Adimulya Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap untuk memanfaatkan pelayanan keliling pembuatan akta dan pembuatan KTP elektronik oleh UPT Disdukcapil Majenang.Rabu (13/3).

 

Pada hari itu UPT.Disdukcapil Wilayah Distrik Majenang melibatkan  pemerintah desa setempat melaksanakan pelayanan jemput bola berupa pelayanan keliling untuk masyarakat di Kecamatan Wanareja dan sekitarnya yang sebelumnya dilaksanakan di Desa Madura .

 

Menurut Kepala UPT Disdukcapil Majenang Engkan Sugiri,kegiatan jemput bola dilakukan untuk memudahkan dan mendekatkan  pelayanan kepada masyarakat yang belum memiliki kelengkapan surat-surat identitas diri maupun akte  meliputi akta kelahiran,akta kematian dan KTP.

 

Dikatakan pada pelayanan dilakukan perekaman,dan pencetakan KTP elektronik dengan jumlah Pemohon dan terlayani sebanyak 350 KTP dan  Untuk akta yang terlayani berjumlah 37 lembar terdiri dari akta kelahiran  sebanyak 23 lembar dan akta kematian sebanyak 4 lembar.

 

” Hari ini terlayani 377 Pemohon baik akta maupun KTP elektronik pemohon tidak hanya dari Kecamatan Wanareja tapi juga dari kecamatan lain seperti Dayeuhluhur,Majenang dan Cimanggu,” katanya.

 

Dia menegaskan pada pelayanan KTP tidak dikenakan biaya dengan ketersediaan material blangko KTP sebanyak 450 lebar termasuk pemohon akta kelahiran 0 – 60 hari kecuali pembuatan dan keterlambatan permohonan pembuatan akta di atas 60 hari berupa biaya retribusi atau denda sesuai aturan yang ditetapkan.

 

Dia juga mengungkapkan sebelumnya pihaknya sudah melakukan pencetakan e-KTP sebanyak 5000 lembar yang disdistribusikan kemasing-masing Desa yang melakukan proses permohonan pada tanggal 9 maret lalu.

 

Pelayanan jemput bola yang dilakukan UPT Disdukcapil Majenang di Kecamatan Wanareja mendapat perhatian dari anggota Komisi A DPRD Kabupaten Cilacap  Nurulhuda Karmawan yang turut hadir dilokasi pelayanan. Menurutnya inovasi pelayanan jemput bola  sangat membantu masyarakat yang membutuhkan kekengkapan identitas diri.

 

Untuk itu dia menyampaikan apresiasi pelayanan tersebut karena tidak hanya membantu masyarakat juga membantu pemerintah terkait data kependudukan juga sebgai pendapatan daerah berupa pembayaran denda dan atas keterlambatan dan retrebusi bagi pemohon pembuatan akte kelahiran diatas 60 hari.

 

“Kami sangat mengapresiasi selain adanya  kesadaran  dari masyarakat yang antusias ingin memiliki identitas diri juga didukung pelayanan yang baik dari pihak terkait dengan maksimal juga efisien,” ujarnya.

 

Namun untuk meningkatkan pelayanan tersebut agar lebih baik lagi  juga harus didukung dengan jumlah SDM tenaga pelayanan agar mampu melayani pemohon lebih banyak dan cepat tentunya juga diimbangi dengan ketersedian matrial yang harus disiapkan.(lim)