GFC membantu menyukseskan Kampung KB Desa Bengbulang bersama Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap Tetty Suwarto Pamuji.

Komunitas Gardu Fans Club Karangpucung, Kabupaten Cilacap merupakan perkumpulan remaja,Pemuda dan Dewasa pendengar Radio Komunitas Gardu FM Desa Bengbulang Kecamatan Karangpucung.

Komunitas ini didirikan secara resmi pada tahun 2016 dengan anggota 34 orang yang tersebar di 16 desa di Kecamatan Karangpucung banyak berkiprah dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan meliputi sosial, budaya dan keagamaan.

Pendiri GFC Hari Kasyono sekaligus pemilik Radio Komunitas Gardu FM kepada SatelitPost menceritakan sejarah berdirinya GFC, berawal sekitar tahun 2001 ketika itu tengah terjadi isu adanya penculikan yang dilakukan orang-orang bertopeng yang dikenal Ninja.

Warga termasuk Pemuda di Desa Bengbulang melakukan ronda secara rutin di sejumlah tempat yang dekat dengan rumah tokoh agama atau kiai. Masing-masing dusun dan RT membangun Pos Keamanan Lingkungan (POSKAMLING) biasanya warga menyebutnya Gardu.

Kemudian untuk melakukan komunikasi antar gardu sangat terbatas waktu itu belum ada alat komunikasi telepon selular seperti sekarang hingga akhirnya warga termasuk karang taruna memasang  Radio 11 meter Band yang lebih di Kenal Radio Briker.

Seiring perjalanan waktu,  radio komunikasi tersebut dirasa kurang efektif bagi seluruh warga dan harus mengeluarkan biaya mahal akhirnya para pemuda berinsiatif membuat radio broadcast komunitas dengan nama Radio Komunitas Gardu FM. Radio tersebut selain sebagai media informasi bagi warga Desa Bengbulang juga menjadi sarana hiburan bagi warga setempat.

Karena bukan radio komersial kemampuan frekuensi radio yang dipancarkan sangat terbatas hanya menjangkau wilayah Desa Bengbulang. Namun di tengah perjalanan waktu acara radio Komunitas Gardu digemari juga oleh warga dari luar Desa Bengbulang hingga akhirnya Gardu menaikkan daya siarnya sehingga hampir seluruh desa di Kecamatan Karangpucung bisa mendengar Radio Gardu. “Pada 2005 kami dapat izin siar dari Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap,” katanya.

Kegiatan rutin GFC yakni arisan sebulan sekali dan dari dana arisan disisihkan untuk kegiatan sosial santunan kepada keluarga kurang mampu. (taslim@satelitpost.com)

Terlibat Berbagai Kegiatan Masyarakat

Dalam pengembangan kebudayaan GFC juga ikut berperan dalam menghidupkan seni dan kebudayaan tradisional masyarakat seperti kesenian ebeg, kesenian kentongan dan lainnya dengan terlibat langsung dan membantu memfasilitasi.

Dalam Kegiatan kemasyarakatan GFC ikut berperan dalam membantu menjadi relawan penaganan bencana yakni dengan turut berpartisipasi kerjabakti saat terjadi longsor  ikut dalam organisasi Radio Penduduk Indonesia (RAPI). Dan dalam Keagamaan GFC juga berpartisipasi dalam kegiatan pengajian-pengajian umum dan tengah membangun kerjasama dengan IPPNU karena kebetulan anggota GFC berafliasi dengan Organisasi Nahdlatul Ulama.

Hari menambahkan walaupun saat ini perkembangan media sosial sangat pesat keberadaan siaran radio masih diminati dan hingga saat ini sudah memasuki usia yang ke 12. Hari menambahkan yang menjadi kendala yakni keterbatasan anggaran operasional mengingat Gardu Radio bukan radio komersial tidak diperkenankan menerima iklan sehingga harus mandiri. Sedangkan untuk beralih ke radio komersial terkendala perizinan karena sudah tidak ada kanal frekuensi untuk Kecamatan Karangpucung.(taslim)