CILACAP, SATELITPOST – Meski sering diadakan patroli secara rutin oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cilacap. Sejumlah pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) masih membandel meminta minta di sejumlah titik lampu merah di Cilacap, Kamis (7/11).

Kepala Satpol PP Cilacap, Yuliaman Sutrisno sebelumnya mengatakan, bahwa pihaknya selalu melakukan patroli secara rutin yakni bisa sampai tiga kali dalam sehari. Namum sejumlah PGOT masih mencuri-curi waktu ketika petugas sedang tidak patroli. “Bahkan kadang kita juga menerima aduan itu, ya kita bergerak walaupun diluar patroli yang sering kita laksanakan,” ujar dia.

Bahkan tidak hanya PGOT saja, pelanggaran K3 (Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan) masih dijumpai. Maka dari itu, untuk lebih memperkuat Perda K3 yang dinilai masih lemah dan kurang up to date. Satpol PP Cilacap mendorong untuk segera merevisi Perda tersebut.

“Perda kita belum mengatur itu (PGOT) hanya masalah K3 saja, memang kita sedang mendorong revisi perda itu. Bermitra dengan komisi A termasuk Bapak Sekda terutama. Seperti di daerah lain yang memberi dan yang menerima sama-sama kena sanksi,” katanya.

Menurutnya, revisi itu sangat penting dalam mewujudkan ketertiban umum. Karena untuk melakukan tindakan tentu juga harus ada dasarnya. Artinya apabila sudah bisa diatur seperti dibeberapa daerah lain, pihaknya bisa menjerat pelanggar.

“Kita tidak mengurangi atau menghalangi orang untuk memberi, tetapi kan ketertiban umum mengatur seperti itu,” ujarnya.

Jika ingin membantu dan supaya lebih terkoordinir bisa melalui lembaga seperti Baznas, Lazis dan lainya yang tidak harus memberi di jalanan.  Bahkan melalui lembaga tersebut juga semakin dipermudah melalui layanan transfer dan lain sebagainya. Hal tersebut juga bisa dipertanggung jawabkan. (And)