LOKASI Sarang Harimau Si Kupluk yang melegenda di Desa Hanum, Kecamatan Dayeuhluhur, Kamis (21/11). SATELITPOST/TASLIM INDRA.

DAYEUHLUHUR memiliki panorama yang indah dan kaya dengan budaya adat istiadat, situs sejarah. Selain itu ada juga memiliki cerita tutur baik fakta maupun mitos  yang terus melegenda hingga kini.

Di antaranya cerita itu ada di Desa Hanum. Di desa tersebut banyak peninggalan sejarah dan tempat keramat yang masih terpelihara keberdaannya hingga kini. Termasuk juga ada cerita sejarah tokoh terdahulu di masa kerajaan maupun zaman kolonial.

Salah satu cerita rakyat Desa Hanum adalah keberadaan seekor Harimau Jawa yang dikenal warga dengan panggilan si Kupluk yang sering muncul di daerah perbukitan Cimaung dan di hulu sungai Cihanum. Sehingga warga menyebutnya sebagai Harimau Penunggu Perbukitan Desa Hanum

Konon Harimau Jawa dengan sebutan si Kupluk itu sering muncul menjelajahi setiap hutan daerah perbukitan Awi Ngambang, Cipariuk, Cisagu Baledana, juga Gunung Sukapacet Jagabela Desa Hanum.

Menurut tokoh adat Desa Hanum Ki Danya (79) yang membedakan dari karakter Harimau Jawa ini dengan yang lainnya adalah bentuk telinganya yang “kupluk” melipat ke bawah.

Si Kupluk diduga adalah Harimau yang terakhir hidup di Daerah Hanum dalam bentuk nyata serta terakhir dilihat sekitar tahun 1980-an oleh seorang warga yang bernama Ki Arhawi. Saat itu Ki Arhari sedang membuat area pesawahan di sekitar daerah Lemah Neundeut Sungai Cipariuk.

Lebih lanjut dikatakan harimau tersebut sekarang menjadi legenda penduduk Cicukang dan Gunung Geulis. Bagi para penyadap pohon pinus yang bekerja setiap hari di sekitaran itu masih memegang teguh pantangan serta larangannya supaya tidak didatangi Si Kupluk.

Konon Si Kupluk bersarang di sebuah cekungan gua kecil dekat air terjun di tepi Sungai Cipariuk Desa Hanum. Sarangnya hingga sekarang diketahui masih ada dan bisa dilihat keberadaannya.

Dahulu tempat Si Kupluk merupakan tempat yang sangat aman bagi persembunyian orang-orang yang bermasalah maupun masyarakat yang mencari keamanan agar tidak diketahui maupun tertangkap. “Sampai saat ini tempat tersebut sangat wingit serta angker bagi warga masyarakat Desa Hanum dan sekitarnya tidak berani masuk,” katanya.

Ki Danya mengungkapkan karena hingga saat ini penduduk tidak ada yang mengetahui keberadaan Si Kupluk. Maka penduduk sekitar Hutan Cipariuk menganggap Si Kupluk telah menjadi Hewan Mitologi Harimau Penunggu Desa Hanum.

Sementara itu Ceceng Rusmana pegiat situs sejarah dan budaya Desa Hanum mengatakan, tempat tersebut memang masih termasuk dalam wilayah perkebunan. Tentunya hal itu merupakan suatu kisah yang sangat menarik serta setelah mengetahui keberadaan tempat serta lokasi sarangnya. “Dengan panorama alam di sekitarnya yang memang mempesona dan sangat bagus. Ke depannya bisa dijadikan referensi destinasi wisata yang unik dan menarik,” katanya.

Untuk itu dia berharap ada kerjasama dan juga kerja nyata bagi tokoh-tokoh adat dan semua juru kunci serta tokoh pemuda agar lebih peduli. Sekiranya merupakan warisan adat dan budaya para leluhur yang ada di sekitaran wilayah Kecamatan Dayeuhluhur agar bersama sama menjaga, merawat, dan melestarikannya. (taslim).