KUNCEN di Makam Arya Salingsingan, Maryono Ranta (85) di sebelah makam dengan satu batu nisan di Kompleks Pemakaman Keramat Arya Sacanata Desa Bingkeng.SATELITPOST/TASLIM INDRA

Pangeran Arya Sacanata atau Arya Salingsingan adalah orang yang memiliki kelebihan. Seperti pada tulisan sebelumnya, Arya Sacanata tetap hidup sekalipun tubuhnya diledakkan dengan meriam.

Keputusan meledakkan tubuh Arya Sacanata dengan meriam adalah keputusan dari Kesultanan Mataram yang menilai Arya Sacanata telah mempermalukan pemimpin Mataram dengan mencukur kumis pemimpin Mataran hanya sebelah saja. Setelah kejadian peledakan yang gagal itu, Arya Sacanata mengembara di beberapa tempat.

Kemudian dia meninggal dan dipusarakan di Dusun Nombo Desa Bingkeng,Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, di tepi Sungai Cibeet. Kompleks Pemakaman Keramat Arya Desa Bingkeng dimana dikubur Arya Sacanata atau Pangeran Salingsingan selalu diziarahi oleh para keturunan Panjalu. Konon pernah menjadi satu lokasi tempat pengambilan air suci untuk mencuci Pusaka Panjalu atau disebut Ritual Nyangku.

Baca Juga: Misteri Batu Keramat di Dayeuhluhur, Kalau Diangkat Ringan Keinginannya Bisa Terkabul

Sementara, Menurut Komunitas Masyarakat Peduli Situs dan Budaya Dayeuhluhur Ceceng Rusmana, sejarah tokoh dan asal usul Arya Sacanata masih menjadi kontroversi. Dia mengatakan, sampai saat ini baik tokoh dan asal usul Arya Sacanata atau Pangeran Salingsingan selalu tertukar dengan tokoh pahlawan asal Cianjur.

Pahlawan asal Cianjur yang juga keturunan Panjalu adalah Raden Haji Alit Prawatasari. Dia hidup sezaman dengan Arya Sacanata. Raden Haji Alit Prawatasari juga dikubur di tepi Sungai Cibeet di Kecamatan Dayeuhluhur. “Makam Raden Haji Alit Prawatasari diduga di Keramat Tejakembang Desa Cijeruk. Kebenarannya masih dalam Penelitian,” kata Ceceng pada SatelitPost, Senin (16/7).

Ceceng menambahkan Kompleks Makam Keramat  Arya Salingsingan di Nambo termasuk situs sejarah yang ikut terancam terendam karena adanya pembangunan Bendung Matenggeng. “Sehingga perlu solusi dari pemerintah dan keluarganya jika hal itu terjadi,” ujarnya. (taslim indra)