TRUK pengangkut getah pinus ringsek usai mengalami terjun dari ketinggian sekitar 20 meter di Jalan Dusun Cihelet, Desa Limbangan, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Selasa (13/8/2019).SATELITPOST/TASLIM INDRA
TRUK pengangkut getah pinus ringsek usai mengalami terjun dari ketinggian sekitar 20 meter di Jalan Dusun Cihelet, Desa Limbangan, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Selasa (13/8/2019).SATELITPOST/TASLIM INDRA

WANAREJA, SATELITPOST-Mobil truk pengangkut getah pinus milik Perum Perhutani KPH Banyumas Barat terperosok dan terjun masuk ke dasar jurang sedalam 20 meter, Selasa(13/8/2019).

Menurut Asper BKPH Wanareja Joni Ruswanto truk mengalami kecelakaan sekitar pukul 07.00 WIB di Dusun Ciheuleut, Desa Limbangan, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. Truk bernomor polisi R 1504 NB dikemudikan Sugi (30) dan kernet Risyid (37). Keduanya merupakan warga Desa Cilopadang, Kecamatan Majenang.

Truk mengangkut getah pinus sekitar 1.065 kilogram yang ditampung pada tabung fiber sebanyak 8 buah. Setelah mengambil dan mengangkut getah dari  tempat penampungan getah (TPG) di  Ciheuleut, truk bermaksud melanjutkan pengangkutan ke TPG induk Cibeet dengan melewati jalan curam yang sudah biasa dilewati. “Dalam perjalanan tiba-tiba saja truk berjalan kencang tidak bisa dikendalikan hingga akhirnya masuk ke jurang dan keduanya meloncat menyelamatkan diri,” kata Joni, Selasa (13/8/2019).

Setelah mendapat laporan kejadian tersebut pihaknya mendatangi lokasi dan mengevakuasi drum fiber yang sebelumnya berisi getah pinus. Kedua korban yang terluka dibawa ke RSUD Majenang. Sedangkan armada truk mengalami rusak berat dan ringsek di bagian kaca depan pecah dan getah yang ditampung tumpah.

Sementara itu kernet Rosid saat dikonfirmasi di RSUD Majenang mengungkapkan kejadian bermula keduanya hendak melakukan pengangkutan getah Pinus di TPG. Seperti biasa, truk melewati jalan Dusun Ciheuluet, Desa Limbangan.

Sebelum  menuju tempat penampungan getah, keduanya sempat berhenti di depan warung beberapa saat, kemudian melanjutkan perjalanan. Namun baru beberapa meter kendaraan yang dikemudikan tidak bisa dikendalikan di jalan turunan dan melaju kencang. Sopir berusaha melakukan kendali dengan menginjak rem sekuatnya namun tetap saja tidak bisa dikendalikan.

Sadar kendaraan melaju kencang ke arah jurang Rosid langsung melompat melalui pintu jendela kemudian disusul Sugi. Keduanya berhasil menyelamatkan diri tapi mengalami luka dan truk terus melaju hingga dasar jurang. “Saya berusaha menyelamatkan diri meloncat melalui jendela kemudian disusul Rosid tanpa mempedulikan sekitarnya,” katanya.

Rosid mengungkapkan saat melaju ada keanehan karena truk yang ditumpanginya melaju kencang seperti di jalanan tanpa rintangan. Hingga akhirnya sampai ke dasar jurang yang merupakan lahan warga. Bahkan sebelum sampai di lokasi kejadian sempat berhenti di depan warung padahal kondisi jalan menurun kendaraan tidak bergerak. Menurut informasi yang didapat dari sejumlah warga kecelakaan serupa yang terjadi di lokasi bukan kali pertama dan sudah sering terjadi.

Akibat dari kejadian itu keduanya mengalami luka, Sugi di bagian tangan lecet dan Rosid pada pinggul memar dan luka robek akibat terjatuh saat meloncat. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Majenang untuk menjalani perawatan. Dalamnya jurang mengakibatkan kesulitan dalam melakukan evakuasi. Hingga berita ini di turunkan kendaraan tersebut masih berada di lokasi kejadian. (taslim@satelitpost.com)