Tanggul Pantai Cemara Sewu yang mengalami kerusakan.

ADIPALA, SATELITPOST-Gelombang tinggi yang terjadi di awal Agustus mengakibatkan tanggul Pantai Cemara Sewu yang ada di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupten Cilacap ambrol. Runtuhnya tanggul yang baru dibangun tahun lalu ini terjadi pada Minggu (5/8) kemarin sekitar pukul 03.00 WIB. Tingginya gelombang membuat tanggul beton ini amblas.

 

“Tanggul beton ini ambrol sepanjang 87 meter karena tergerus ombak pasang,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Tri Komara Sidhy melalui UPT BPBD Kroya, Edi  Purwanto, Selasa (7/8).

 

Tanggul beton yang dibangun oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Cilacap ini dibangun sepanjang 250 meter. Bangunan dengan nilai proyek sekitar Rp 1,9 miliar ini mengalami kerugian sekitar Rp 700 juta.

 

Padahal tanggul tersebut diperkuat dengan konstruksi buis (gorong-gorong) beton yang disusun berundak seperti anak tangga. Serta menggunakan penahan batu kali. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, BPBD sudah mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi tanggul, dan tidak berada di atasnya, karena membahayakan. “Kami juga menyarankan kepada pihak pemerintah desa untuk memasang tanda larangan melintas atau tanda larangan di atas tanggul,” katanya.

 

BMKG Stasiun Meteorologi Cilacap beberapa hari lalu mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi antara 4-6 meter berpeluang terjadi di Perairan Cilacap pada tanggal 3-6 Agustus kemarin. Hal ini diakibatkan karena adanya tekanan tinggi di perairan barat Australia yang memicu kecepatan angin timuran mencapai 55 km/jam yang melewati Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara, Selatan Jawa dan Barat Lampung. Sehingga mengakibatkan terjadi peningkatan gelombang tinggi di perairan Barat Mentawai hingga Lampung, Selatan Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga NTB. (ale)