RIBUAN butir obat berbahaya, berhasil diamankan oleh Satnarkoba Polres Cilacap dari sebuah kios berkedok toko kelontong di Kawunganten, beberapa waktu lalu.

CILACAP, SATELITPOST – Berkedok sebagai warung kelontong, YEP, JM dan MF, ternyata menjual obat-obatan berbahaya, di Desa Karangbawang Kecamatan Karunganten. JM dan MF yang merupakan warga Aceh ini, menjual obat  berupa pil warna kuning bertuliskan mf sebanyak 4.790 butir, tramodol 140 butir, dan trihexyphenidyl sebanyak 900 butir.

YEP merupakan pemilik dan JM serta MF, hanya menjadi penjaga warung yang menjual obat-obatan tersebut.

Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto melalui Kasat Narkoba, AKP Kholiq Salis Hirmawan mengatakan, para tersangka baru sekitar 9 hari berjualan di Kawunganten Cilacap. Mereka menyewa sebuah kios di dekat Stasiun Kawunganten dan dijadikan warung kelontong untuk menjual obat berwarna kuning tersebut.

“Mereka buka toko kelontong, sambil menawarkan obat yang disimpan di semak-semak. Jadi kalau ada yang mencari obat ini, diambil ke belakang  terlebih dahulu,” ujar Kasat Narkoba, Selasa (10/9/2019).

Obat berbahaya ini, dibeli sendiri oleh tersangka YEP di Tangerang. YEP kemudian menawarkan pekerjaan kepada JM dan MF, untuk berjualan sembako sekaligus menjual obat berbahaya. Obat-obat tersebut diecer per plastik kecil berisi 6 butir dengan harga Rp 10 ribu.

“Pembelinya anak muda termasuk anak-anak punk di jalanan. Efeknya sebagai penenang, halusinasi, dan penghayal,” katanya.

Tersangka YEP mengakui, warung yang dibukanya hanya sebagai kedok saja. Dia memilih Kawunganten, karena dekat dengan stasiun.

“Anak-anak muda yang beli, tidak ada anak sekolah. Kemarin baru terjual Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu, didapat dari Tangerang,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 196 jo 98 ayat (2) dan ayat (3) sub Pasal 198 Jo Pasal 108 UU RI Noor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya, penjara satu tahun.

Selain tiga orang tersangka penjual obat berbahaya, jajaran sat narkoba Polres Cilacap juga mengamankan tiga tersangka lainnya yang terkait kasus sabu-sabu, ganja, dan tembakau sintetis atau tembakau gorila.

Tersangka SLH, warga Desa Wanareja Kecamatan Wanareja, ditangkap karena kedapatan membawa ganja seberat 7,1 gram. Dia ditangkap di simpang tiga Cibungur Dewa Wanareja, beberapa waktu lalu.

Kemudian, ARP ditangkap karena memiliki tembakau gorila seberat 5,7 gram. Warga Desa Mulyasari Kecamatan Majenang ini, ditangkap di rumahnya. Tersangka lainnya, yakni FF warga Kelurahan Donan Kecamatan Cilacap Tengah, juga diciduk karena kedapatan memiliki sabu-sabu seberat 1,5 gram. Dia ditangkap di depan toko modern yang ada di Jalan S Parman, Cilacap Tengah.

Kepada petugas, FF mengaku, baru tiga bulan mengkonsumsi sabu-sabu yang didapatnya secara online di Yogyakarta. “Saya konsumsi agar lebih segar dan kuat saat bekerja,” ujarnya. (ale)