SEPTIANA Zahra Mafiza, bayi berusia 5 bulan namun beratnya masih 2,4 kg karena mengalami kurang gizi di Desa Klapagading, Kecamatan Wangon, Kamis (7/2).
SEPTIANA Zahra Mafiza, bayi berusia 5 bulan namun beratnya masih 2,4 kg karena mengalami kurang gizi di Desa Klapagading, Kecamatan Wangon, Kamis (7/2).

WANGON, SATELITPOST-Kabupaten Banyumas belum terbebas dari persoalan gizi buruk. Rabu (6/2/2019), Pemerintah Desa Klapagading, Kecamatan Wangon dan Puskesmas 1 Wangon menemukan bayi berusia lima bulan dengan bobot 2,4 kilogram.

Septiana Zahra Mafiza, putri dari pasangan Kartinah (42) dan Sutarno, warga RT 3/1 Desa Klapagading, mendapat perhatian setelah desa dan Puskesmas menerima laporan dari bidan desa pengurus TP PKK desa setempat.

Atas perintah kepala desa setelah mempertimbangkan penjelasan dari bidan desa, Zahra dibawa ke rumah sakit. Sebelumnya Zahra mendapatkan penanganan intensif di Puskesmas.

Menurut Runmiati, Bidan Desa Klapagading, bayi ini lahir prematur. Selain itu, ibu bayi juga melahirkan pada usia di atas 40 tahun. “Sebenarnya sudah dianjurkan sejak dilahirkan untuk intens cek ke rumah sakit dan Puskesmas, namun tidak dijalankan. Bahkan telah diberi rujukan datang ke dokter spesialis. Beberapa hal yang menyebabkan kondisi bayi tersebut adanya faktor resiko umur ibu bayi, karena grade multi anak lebih dari 4, tinggi badan kurang dari 145 cm, faktor kurang gizi, prosesnya prematur,” kata Runmiati.

Sementara dr. Tulus, dokter Puskesmas Wangon, menjelaskan dari riwayatnya, bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, 1.700 gram. Kemudian dari RS Margono menyarankan kontrol rutin setiap bulan ke RSUD Margono. “Tapi tidak dilakukan, malah¬† berobat ke spesialis anak di Cilacap,” ujar dia.

Saat ini pasien bayi tersebut telah dirujuk ke RSUD Ajibarang. Namun saat SatelitPost mengkonfirmasi pada pukul 15.00 WIB Kepala RSUD Ajibarang melalui  pihak humas dan pelayanan sudah tidak di tempat. (cr2)