PARA peserta lomba sedang beradu cepat menampi atau memisahkan beras dari kotoran dalam lomba napeni yang digelar Pokdarwis Desa Pagak, Selasa (13/2). SATELITPOST/MAULA

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Demi menjaga kelestarian tradisi lama, Desa Wisata Pagak di Kecamatan Purworejo Klampok, menggelar lomba napeni.

Napeni merupakan aktivitas menampi atau membersihkan beras dari kotoran yang tercampur dengan tampah, sebelum dimasak menjadi nasi.

Saat ini, kegiatan yang dulunya menjadi aktivitas harian ini sudah cukup jarang dilakukan. Bahkan, tak sedikit generasi muda yang sudah tidak menguasai keterampilan tersebut.

Eko Setiawan, ketua panitia perlombaan mengatakan, lomba napeni diadakan untuk menarik wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Pagak.

“Kalau dilakukan secara bersamaan, kegiatan ini sangat menarik. Terlebih pesertanya adalah kaum laki-laki jadi semakin menarik,” ujarnya.

Harapannya dengan adanya perlombaan ini, tradisi napeni kembali dikenal kalangan muda dan tradisi warga perdesaan tidak hilang ditelan zaman.

“Dalam lomba ini, panitia sudah menyediakan tampah, beras, dan gabah. Beras sengaja dicampur dengan gabah dan kerikil kecil, dan tugas peserta adalah memisahkan kotoran dari beras dengan menggunakan media tampah,” katanya.

Kepala Desa Pagak, Sudarwo mengatakan, lomba napeni ini diinisiasi Pokdarwis Desa Pagak.

“Selain sebagai upaya mempromosikan desa wisata, sekaligus menjaga tradisi masyarakat petani perdesaan di Desa Pagak,” katanya. (oel)