SIDAREJA, SATELITPOST- Hujan deras yang mengguyur wilayah Cilacap Barat selama dua hari berturu-turut sejak Senin (13/11) mengakibatkan dua desa di Kecamatan Sidareja terendam air bah.

Banjir yang terjadi di Desa Sidareja dan Desa Gunungreja Kecamatan Sidareja merendam 210 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian air rata-rata di dalam rumah setinggi 10-40 sentimeter. Tak hanya itu sebanyak 3,55 hektare areal persawahan dan lima sekolah juga terendam. Sementara tinggi genangan di pekarangan, berkisar mulai 50 sentimeter hingga 1 meter.

Kepala UPT BPBD Sidareja Agus Sudaryanto menyebutkan, genangan di Desa Sidareja terjadi di dua dusun. Meliputi Dusun Cibenon RT 01, 03, 04 RW 01, RT 03, 04, 05 RW 03 dan RT 01 RW 04 serta di Dusun Cikalong RT 01 RW 04.

Sedangkan di Desa Gunungreja terjadi di dua dusun yang meliputi Dusun Kauman. Meliputi RT 01, 02, 03, 04 RW 01 dan RT 01, 02, 03, 04 RW 02. Kemudian di Dusun Gunungreja RT 01 RW 03 dan RT 01 03 RW 04.

“Hujan deras membuat debit air di Sungai Cikalong dan Citengah meluap dan melimpas ke permukiman dan persawahaan di sekitarnya,” kata Agus.

Khawatir ketinggian air terus meningkat sejumlah warga terpaksa mengungsi di beberapa tempat. Di Posko Panti Yos Sudarso terdapat pengungsi 17 KK atau 51 jiwa, di Posko Aula Koramil Sidareja terdapat 19 KK atau 60 jiwa, dan di Posko Pedopo Kecamatan Sidareja 8 KK atau 25 Jiwa. Total ada 44 KK atau 136 jiwa yang mengungsi.

“Dipengungsian kami kami sediakan kompor untuk masak berikut logistik permakanan dan susu untuk balita. Sedangkan untuk sekolah yang terkena banjir pihak sekolah memilih meliburkan sementara walaupun pihaknya sudah menyediakan layanan antar jemput dengan tiga perahu karet,” kata dia.

Jumlah kerugian yang disebabkan banjir, hingga saat ini belum bisa dipastikan. Dia mengimbau kepada warga yang mengungsi sebelum meninggalkan rumah, untuk tidak meninggalkan barang berharga yang mereka miliki. Serta tak lupa mematikan jaringan listrik untuk menghindari sengatan arus listrik yang mengenai genangan.

Sementara itu Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Sidareja Agus Murtanto SPd saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memerintahkan untuk memulangkan murid dan guru yang sekolahnya mengalami banjir.(lim)

Komentar

komentar

BAGIKAN