PURWOKERTO, SATELITPOST-Puluhan warga dan anggota Banser menolak eksekusi rumah milik Warsito, Kades Karangdadap, Kecamatan Kalibagor oleh pihak Pengadilan Negeri (PN) Banyumas. Setelah mediasi yang cukup alot dari pagi hari hingga siang hari, Warsito meminta waktu seminggu untuk mengosongkan rumah, Rabu (6/12). Eksekusi pun ditunda seminggu kemudian.

Sejak pukul 09.00 WIB, penolakan eksekusi terus dilakukan oleh Banser dan masyarakat. Mereka menginginkan ada komunikasi sebelum melakukan eksekusi. Suasana sempat memanas. Polisi pun turun tangan dan meminta massa yang berada di depan pintu gerbang mundur agar suasana tidak semakin memanas.

Setelah ditunggu hingga siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, petugas memutuskan menunda eksekusi. “Ditunda, katanya minta waktu seminggu mau mengosongkan sendiri,” kata Kabag Ops Polres Banyumas, Kompol Suranto.

Sementara itu menurut Panitera PN Banyumas, Istiqo yang juga mengikuti eksekusi tersebut juga membenarkan jika setelah ada perundingan akhirnya Warsito mau mengosongkan rumahnya dalam kurun waktu seminggu. “Termohon eksekusi akan menyerahkan secara sukarela pada hari Kamis, sudah sepakat,” kata dia.

Namun, jika memang pada waktunya nanti Warsito enggan angkat kaki dari rumahnya akan langsung dilakukan eksekusi pada hari itu juga. “Semoga tidak ada ingkar janji. Seandainya ingkar janji apapun yang terjadi kami lakukan eksekusi pada hari itu. Yang bersangkutan mengajukan upaya hukum di PN Purwokerto, itu hak dia,” ujar dia.

Warsito mengatakan akan mengajukan banding ke PN Purwokerto untuk mempertahankan rumahnya. “Saya sudah ajukan ke PN Purwokerto, menurut saya belum ada keadilan saya gugat lagi. Saat ini saya keluar dulu (dari rumah, red) kalau menang saya kembali lagi,” katanya.

Eksekusi rumah dilakukan setelah ia tak mampu membayar utang. Warsito terlilit utang bank pada tahun 2013. Saat itu ia berbisnis dump truk di Kalimantan. Namun, baru sembilan bulan berbisnis usahanya bangkrut. “Dulu nilainya Rp 170 juta, saya mau beresin menggunakan uang keluarga Rp 100 juta dulu tetapi sudah tidak bisa. Saya memang saat itu sudah jatuh usahanya,” kata dia.(san)

Komentar

komentar