EKSPRESI Dika Nusa Bila siswa SD N Tambaksari 02 Kecamatan Wanareja saat mendongeng. SATELITPOST/RENY TANIA

Mendengarkan cerita yang disampaikan Dika Nusa Bila (11), seolah diajak terlibat dalam cerita tersebut. Cerita tentang perjuangan Jenderal Sudirman ini disampaikan oleh siswa kelas 6 SDN Tambaksari 02 Kecamatan Wanareja secara runtut.

Didukung dengan suara, intonasi bercerita sehingga mudah dipahami, gestur dan mimik dari Dika juga sangat baik. Membuat siapa yang mendengarkan enggan untuk memalingkan muka.  Bahkan, dalam ceritanya, Dika juga menyisipkan nyanyian yang lantunkan dengan apik dan merdu.

Cerita kepahlawanan Jenderal Sudirman ini disampaikan Dika dalam Pembukaan Pameran Perpustakaan Cilacap 2018, Kamis (1/3) kemarin. Dika yang menjai juara I Lomba Bercerita Tingkat Kabupaten ini datang jauh-jauh dari Wanareja ke Cilacap didampingi guru pembimbingnya, Rohaenah.

Kesukaan putri dari pasangan Dede Hidayat dan Nina Sumaryani pada bercerita ini dikarenakan kebiasaannya yang sering mendengar dongeng dari orangtuanya saat kecil. Ketertarikannya terhadap dunia ini mulai kelas 4 SD lalu. Sejak dia lebih suka membaca buku cerita dibandingkan buku yang lain di perpustakaan sekolahnya.

“Dulu sering didongengin saat mau tidur, saya juga suka baca buku cerita rakyat, cerita binatang-binatang,” ujarnya.

Melihat bakat dari Dika, guru kelasnya saat itu, Rohaenah pun membimbing Dika untuk bisa menceritakan kembali buku-buku yang dibacanya. Terutama dengan tema-tema kepahlawanan, dongeng suatu wilayah dan lainnya.

Latihan-demi latihan dilalui oleh keduanya. Namun, sebelumnya mereka menentukan tema dan cerita yang bakal dibawakan. Tidak hanya itu, agar lebih hidup, cerita tersebut juga harus ada improvisasi, dengan dibuat dialog menarik, serta diberi sisipan-sisipan lagu agar lebih menarik.

“Kalau belajar mendongeng biasanya kalau di rumah di depan kaca, agar tahu ekspresi mukanya seperti apa, bagus atau tidak,” ujar Dika yang bercita-cita menjadi bintang film dan dokter ini.

Bahkan tidak hanya itu, saat berlatih dengan sang guru, Rohaenah, Dika juga sering merekamnya menggunakan kamera. Saat sudah selesai dievaluasi bersama, mana yang perlu diperbaiki mimik dan gesturnya, mana yang tidak. Berulang-ulang.

Selain mengikuti lomba bercerita tingkat kabupaten, Dika juga menjadi perwakilan dari Cilacap untuk ikut ke tingkat provinsi, meski hanya masuk 10 besar. Namun, bercerita tetap dia lakukan, terutama saat cara kegiatan sekolah, maupun acara-cara 17 Agustusan di Kecamatan Wanareja.

“Dika ini anak yang multitalenta, menyanyi juga bisa bahkan pernah menjadi juara di beberapa perlombaan, mendongeng bisa, mentalnya juga bagus. Mudah memberikan arahan kepada Dika ini,” ujar Rohaenah yang sudah mendampingi sekitar 2 tahun ini.

Bakat yang dimiliki Dika ini, kata Rohaenah, memang unik. Sehingga harus dikembangkan. Sebagai guru sekaligus pembimbing, Rohaenah mendukung cita-cita Dika sebagai artis film.   Sampai saat ini, di sekolahnya belum ada yang bisa seperti Dika, padahal tahun ini dia sudah lulus SD.

Bunda Baca Kabupaten Cilacap, Tetty Suwarto Pamuji serta Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman yang turut mendengarkan cerita yang dibawakan oleh Dika ini mengaku kagum dengan kepiawaiannya. Membawakan cerita dengan mimik dan gesture apik, bahkan sampai menangis. (renny tania)