PEMENTASAN ketoprak dengan lakon Prahara Mustika Donan di Halaman Lembaga Pernyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Bercahaya FM Cilacap, Jumat (13/4).

CILACAP, SATELITPOST-Pertunjukan ketoprak sudah sangat jarang ditampilkan. Bahkan generasi muda sekarang mungkin asing dengan kesenian ini. Mereka mungkin saja pernah mendengar istilah ketoprak. Tapi itu tertuju pada makanan khas Betawi.

Grup Kethoprak Kembang Jaya Cilacap menjadi satu grup kesenian yang tidak lelah untuk melestarikan kebudayaan ini. Satu di antaranya dengan getol menggelar pertunjukan.

Seperti pertunjukan yang ditampilkan pada Jumat (13/4/2018) malam lalu di Halaman Lembaga Pernyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Bercahaya FM Cilacap. Tidak seperti biasa, pementasan ketoprak dengan mengambil lakon, Prahara Mustika Donan ini melibatkan kolaborasi pemain seniman Kembang Jaya dan pegawai Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Cilacap. Padahal biasanya ketoprak ini dipentaskan oleh seniman-seniman.

Meskipun berkolaborasiĀ  dengan pegawai Diskominfo yang tidak biasa ‘manggung’, namun tontonan tersebut mampu ditampilkan dengan apik. Hampir tak ada yang berubah dari pakemnya.

Pertunjukan ini tetap dengan pola konvensional menggunakan kelir seperti zaman dulu dengan slide manual petugas pengerek pengganti kelirnya. Bahkan tanpa tersentuh teknologi digital kecuali hanya sesekali permainan lampu warna untuk mendukung pencahayaannya.

Pertunjukan ketoprak tersebut mengundang antusias masyarakat yang penasaran dengan pementasan ketoprak. Bahkan selama tiga jam masyarakat, seniman, budayawan, tokoh masyarakat dan lainnya tidak memalingkan pandangannya.

Ketua Paguyuban Seni Tradional Kethoprak Kembang Jaya Sulistianto mengatakan, pementasan ini sebagai sarana hiburan bagi masyarakat.

ā€œKami kerja sama dengan Diskominfo untuk menyebarluaskan informasi pembangunan kepada masyarakat luas dalam kolaborasi Kelompok FK-METRA Paguyuban Seni Tradisional Kethoprak Kembang Jaya,” kata Sulistianto.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kominfo M Wijaya yang turut serta dalam pementasan mengaku pertunjukan ini digelar untuk mengobati kerinduan masyarakat dengan kesenian ini.

“Ini cara kami untuk menjawab kerinduan masyarakat sekaligus mempertahankan kelestarian budaya tradisional,” katanya. (ale)

BAGIKAN