ROMBONGAN Dinas Komunikasi dan Informasi dari Kabupaten Magelang saat melakukan kunjungan kerja ke LPPL Bercahaya FM, Selasa (5/12).

CILACAP, SATELITPOST- Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magelang  melakukan studi banding ke Cilacap, Rabu (6/12). Mereka memilih LPPL Bercahaya FM sebagai rujukan studi referensi.

Dikutip dari cilacapkab.go.id, dipilihnya Cilacap sebagai tujuan kunjungan kerja karena menilai LPPL Bercahaya FM dari sisi managemen sudah sesuai ketentuan dan berjalan baik. Sehingga memandang perlu untuk menimba ilmu dan mempelajari apa yang membuat sukses. Selain itu, rombongan dari Magelang tersebut sangat tertarik mengetahui bagaimana pengelolaan videotron di Cilacap yang ternyata mendapatkan alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pertamina maupun Holcim.

“Dari hasil studi banding ini, banyak hal yang bisa diambil dan diaplikasikan di LPPL Gemilang Megelang,” kata Kabid Komunikasi dan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magelang Yoga Agung Wardani

Di samping itu pihaknya juga akan mulai membuka ruang komunikasi dengan beberapa pihak di wilayah Kabupaten Magelang untuk bisa dicari alokasi dana CSR untuk pembangunan videotron di Magelang.

Yoga menambahkan, pihaknya sangat tertarik dengan pengelolaan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) di Cilacap. Karena di Magelang  nilainya masih di bawah Cilacap, sehingga kegiatan yang dilaksanakan masih belum maksimal.

“Dan ini akan dijadikan pertimbangan untuk disampaikan kepada pimpinan untuk mendapatkan alokasi yang sama atau paling tidak mendekati seperti yang ada di Cilacap” ujar Yoga.

Sementara itu Plt Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Cilacap M Wijaya mengatakan, banyak hal yang diambil dari kunjungan kerja Dinas Komunikasi dan Informatika Magelang ke Cilacap. Baik yang berkaitan dengan LPPL Bercahaya FM, videotron, dan masalah lain yang ditanyakan. “Seperti gayung bersambut kedua pihak saling mengisi antara Diskominfo Magelang dan Diskominfo Cilacap,” ujar Wijaya.(tha)

Komentar

komentar

BAGIKAN