PURBALINGGA, SATELITPOST-Satreskrim Polres Purbalingga, berhasil membekuk dua penjual judi togel. Masing-masing adalah SR (45) warga Desa Pelumutan, Kecamatan Kemangkon dan MR (25) Warga Kalapucung, Kecamatan Bobotsari. Keduanya ditangkap di rumah saat melakukan transaksi dengan pembeli, beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP T Sapto Nugroho mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari informasi warga yang merasa resah dengan maraknya judi togel di lingkungannya.

“Pengedar kupon togel ini ditangkap di rumah masing-masing, saat sedang bertransaksi dengan pelanggannya. Tidak ada perlawanan, karena sudah kepergok,” Kata Sapto, saat ungkap kasus di Polres Purbalingga, kemarin (15/9).

Dari masing-masing pelaku, polisi menyita barang bukti sejumlah uang dan perlengkapan untuk transaksi togel.

Di rumah tersangka MR, diamankan barang bukti berupa 14 lembar kertas ramalan/ciamsi, lima bonggol kupon togel, satu rekapan nomor keluar, alat tulis, dan uang Rp 382 ribu. Sedangkan di tempat SR, berhasil disita uang tunai Rp 259 ribu, enam lembar kertas ramalan/ciamsi, dua lembar kertas shio, satu lembar rekapan togel yang sudah keluar, alat tulis, dan tiga bonggol kupon togel yang sudah habis terjual.

“Kedua tersangka sudah dimasukan ruang tahanan mapolres. Tersangka kami kenakan Pasal 303 ayat (1) ke-1 dan ke-2 KUHP jo Pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 7 tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian,” ujarnya.

Sementara itu, baik MR maupun SR mengaku, menjual togel sejak empat bulanan lalu. Mereka mendapatkan penghasilan 15 persen dari setiap transaksi. Meskipun sudah mengetahui bisnis tersebut melanggar undang-undang, tuntutan ekonomi menjadi alasannya.

“Hasil jualan togel untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar MR.

Dalam sebulan, MR dan SR mengaku bisa mendapatkan uang hingga Rp 300-400 ribu. Jumlah tersebut bisa bertambah kalau mendapatkan fee dari pembeli yang menang undian. (min)

Komentar

komentar

BAGIKAN