Dugaan Korupsi Dana Desa, Kades dan Bendahara Desa Tipar Jadi Tersangka

PURWOKERTO, SATELITPOST-Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto telah menetapkan dua orang tersangka kasus dugaan korupsi dana APBDes di Desa Tipar, Kecamatan Rawalo. Dua orang ini antara lain kepala desa dan bendahara desa setempat.

Kasi Intelejen Kejari Purwokerto, Suryadi Sembiring SH MH kepada SatelitPost, Rabu (6/12), enggan berbicara banyak. Ia mengatakan, dari hasil perhitungan, kerugian negara dari dugaan penyelewengan APBDes tersebut mencapai Rp 335 juta. “Sebenarnya perhitungannya itu lebih dari Rp 400 juta, itu sebelum dipotong pajak, dan juga beberapa barang yang sudah dikembalikan, jadi ketemunya kalau perhitungan kami segitu,” kata dia.

Untuk pemeriksaan tersangka, ia masih membuat surat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap dua tersangka kasus ini. “Sekarang kita lagi mempersiapkan BAP-nya, minggu depan pemeriksaan tersangka semuanya,” ujarnya.

Selain Desa Tipar, Kejaksaan juga masih menyelidiki kasus dugaan korupsi penyelewengan APBDes di Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen. Sudah ada tiga orang tersangka yakni MS sebagai oknum Kepala Desa, kemudian MD oknum Sekretaris Desa dan NC sebagai Kasi Kesejahteraan dan Pembangunan Desa Krajan. Dengan perhitungan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 400 juta dari total APBDees yang mencapai Rp 2,5 miliar.

Sembiring hingga saat ini belum bisa memastikan kapan akan sampai pada proses persidangan karena masih perlu pemeriksaan lebih lanjut. Sehingga ketika ditanya kapanberkas dinyatakan lengkap atau P21, ia belum bisa memastikannya. “Kalau bulan ini ada rencana pelimpahan, berarti P21-nya sebelum pelimpahan,” ujarnya.(san)

Komentar

komentar