Sejumlah warga Desa Pagedangan di Kecamatan Bojongsari, sedang mengantre untuk emndapatkan bantuan air bersih dari BPBD Purbalingga, Kamsi (9/8). Amin Wahyudi

PURBALINGGA, SATELITPOST-Sedikitnya enam desa di tiga kecamatan di Purbalingga, mengalami krisis air bersih akibat Kemarau panjang.

Kepala BPBD Purbalingga, Rusmo melalui Kasi kedaruratan dan Logistik BPBD Purbalingga, Muhsoni mengatakan, saat ini BPBD rutin mendistribusikan bantuan air bersih ke desa-desa yang membutuhkan.

“Setiap hari minimal tiga tangki masing-masing berkapasitas 5.000 liter, kita salurkan ke desa-desa yang kekurangan air bersih,” ujarnya, Kamis (9/8).

Enam desa di tiga kecamatan itu, meliputi Desa Pagedangan di Kecamatan Bojongsari, Desa Jambudesa di Kecamatan Karanganyar, dan empat Desa di Kecamatan Kutasari yakni Karangcegak, Candiwulan, Candinata, serta Cendana.

Selama ini, kata dia, air bersih yang disalurkan didapat dari hasil kerjasama dengan PDAM Purbalingga.

“Total air bersih yang sudah disalurkan lebih dari 100 ribu liter. Kami dropping sesuai permintaan, jadi desa harus mengajukan untuk masuk giliran pendistribusian,” ujarnya.

Diakuinya, bantuan tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih seluruh warga. Tetapi setidaknya, pendistribusian sedikit mengurangi masalah krisis air bersih.

“Bantuan air bersih ini harus bisa dimanfaatkan secara baik, terutama untuk konsumsi sehari-hari,” katanya.

Demi ketepatan pendistribusian pada warga terdampak kekeringan, BPBD meminta pihak terkait cepat dan tanggap melihat situasi setempat.

Menurutnya, meskipun hujan dengan intensitas rendah sudah sempat terjadi di sejumlah wilayah di Purbalingga, belum bisa diprediksikan kapan kemarau akan berakhir. ([email protected])