Ganjar Pranowo saat mengajar siswa SMAN 5 Purwokerto, beberapa waktu lalu.SATELITPOST/ANANG

PURWOKERTO, SATELITPOST-Bakal Calon Gubernur  Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku tak terlalu khawatir dengan serangan-serangan isu terkait kasus dugaan korupsi KTP elektronik. Sebelumnya, ia juga mengaku yakin kasus tersebut akan dijadikan sebuah bahan serangan jelang Pilkada 2018.

“Selama kita  benar, kita maju saja terus. Hadapi saja, nggak perlu takut,” kata Ganjar saat ditemui SatelitPost kemarin.

Menurutnya, ia tak merasa takut dengan serangan isu tersebut. Sebab, sejauh ini, ia sudah merasakan hantaman-hantaman terkait isu KTP elektronik dari bermacam pihak. “Paling sering ya di media sosial itu. Coba lihat twitter saya. Sering sekali,” kata Ganjar.

Dia juga mengaku tak mengkhawatirkan serangan yang makin gencar setelah guliran kasus tersebut menyeret nama Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono. Sebab, serangan-serangan tersebut tak dapat dibuktikan kebenarannya.

Selain serangan terkait isu KTP elektronik, Ia juga mengaku sudah dihantam dengan isu lain. Satu di antaranya adalah isu komunisme. Sama seperti isu KTP elektronik, serangan yang didapatnya juga kerap dilancarkan melalui jalur sosial media.

“Sama, di Twitter paling sering. Tapi yang diserang tidak hanya saya secara pribadi. Ada beberapa serangan yang mengarah ke partai,” ujar dia.

Ganjar menyampaikan, calon petahana yang turun dalam pertarungan head to head pasti bakal menjadi bulan-bulanan serangan. Namun, hal itu bisa ditepis dengan bicara data yang detail terkait program.

Ia yakin, serangan yang dilancarkan kepadanya tidak akan berimbas besar jika partai pengusung dan masing-masing mesin politiknya bisa bergerak aktif. “Semua partai pengusung punya basis massa masing-masing. Itu saja, tinggal digerakkan. Nanti akan jalan sendiri, sesuai selera masing-masing kader,” ujar dia. (pan)