Gedung Purbalingga Islamic Center Tuntas 2019

Representatif untuk Pelepasan Calon Haji

PURBALINGGA, SATELITPOST – Tahun 2019 seluruh kegiatan yang terkait soal haji akan dilakukan di Gedung Purbalingga Islami Center (PIC). Termasuk acara pelepasan, hingga penjemputan jamaah haji. PIC yang berlokasi di Jl Soekarno-Hatta, Kalikabong itu akan menjadi gedung yang sangat representatif.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM, saat acara pelepasan calon jemaah haji, di Pendapa Dipakusumo, kemarin.  Tasdi menyampaikan maaf kalau membatasi jumlah keluarga yang mengantar dan menjemput, para jemaah haji. Karena tempatnya yang terbatas, demi kondusivitas.

“Tapi, insyaallah dua tahun lagi, tidak akan dibatasi, karena di PIC (Purbalingga Islamic Center, red) sudah representatif. Ada tempat khusus parkir bus, yang menampung 35 bus. Ada aula dan berbagai fasilitas lainnya,” kata Tasdi, kemarin.

Selain itu, Tasdi juga berjanji, akan mengantarkan 813 calon jemaah haji dari Purbalingga tahun ini. Bupati dan Wabup akan mengantar sampai di embarkasi Donohudan Solo. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM, saat acara pelepasan jemaah calon haji, di Pendapa Dipokusumo, kemarin.

“Saya dan Bu Wakil Bupati akan mengantar langsung para jemaah ke Asrama Haji Donohudan. Nanti mereka akan menjadi tokoh-tokoh penting di Purbalingga yang akan membantu pemda dalam mewujudkan masyarakat yang akhlakul karimah,” kata Tasdi, Selasa (18/7).

Selain mengantar, sejak tahun lalu, Pemkab juga telah memberikan sejumlah fasilitas kepada para calon jemaah haji. Semua biaya pengangkutan koper haji, perjalanan ke Donohudan dan penjemputan, semuanya ditanggung oleh dana APBD. Termasuk pemberian seragam batik Goa Lawa yang digunakan oleh seluruh jamaah haji.

Kita ingin para calon jemaah haji dapat fokus dalam beribadah, baik selama di perjalanan maupun saat melaksanakan ibadah dapat menunaikan semua sunah dan wajibnya ibadah haji. Sehingga pulang ke Purbalingga menjadi haji yang mabrur,” katanya.

Diketahui, calon haji (calhaj) Purbalingga tahun 2017 berjumlah 813 orang. Nantinya akan dibagi dalam tiga kelompok terbang (kloter). Kloter 2 berjumlah 355 orang, yang seluruhnya warga Purbalingga. Kloter 43 sebanyak 338 orang, gabungan dengan calhaj Kabupaten Banjarnegara dan Kloter 44 sebanyak 120 orang bersama calhaj Kabupaten Cilacap. Kloter 2 akan berangkat dari Pendapa Dipokusumo pada Kamis (27/7) pukul 06.00 WIB. Sedangkan kloter 43 dan 44 akan berangkat ke embarkasi Donohudan Solo pada Rabu (9/8) pukul 06.00 WIB.l

Sementara itu, Kepala kantor Kementerian Agama kabupaten Purbalingga H Ahkmad Muhdzir, SAg, MM menyampaikan, pemberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Purbalingga akan dilakukan dua tahap. Pemberangkatan pertama untuk kloter 2 dengan jumlah calhaj 355 orang pada Kamis (27/7). Jemaah haji diharapkan berkumpul di Pendapa Dipokusumo pada pukul 06.00 dan akan diberangkatkan dari Pendapa Dipokusumo pukul 07.00 WIB.

“Diharapkan jemaah haji kloter 2 masuk asrama haji Donohudan pada Kamis (27/7) pukul 13.00 WIB dan diberangkatkan ke Arab Saudi pada Jumat (28/7) pukul 12.45 WIB. Rencananya mereka akan tiba di Madinah Jumat (28/7) pukul 20.30 Waktu Arab Saudi dan kembali ke tanah air melalui Debarkasi Adi Sumarmo pada 7 September 2017,” katanya.

Pemberangkatan kloter 43 dan 44 pada Rabu (9/8), jemaah haji diharapkan berkumpul di Pendapa Dipokusumo pada pukul 06.00 dan akan diberangkatkan dari Pendapa Dipokusumo bersamaan pada pukul 07.00 WIB. Diharapkan jemaah haji kloter 43 masuk asrama haji Donohudan pada Kamis (27/7) pukul 14.00 WIB dan diberangkatkan ke Arab Saudi pada Kamis (10/8) pukul 13.55 WIB. Calhaj Kloter 43 bersama calhaj Kabupaten Banjarnegara akan tiba di Madinah Kamis (10/8) pukul 21.40 waktu Arab Saudi dan kembali ke tanah air melalui Debarkasi Adi Sumarmo pada 20 September 2017.

Sedangkan kloter 44 akan masuk asrama haji hari Rabu (9/8) pukul 19.00 dan diberangkatkan ke Arab Saudi Kamis (10/8) pukul 21.45. Diharapkan tiba di Madinah Jumat (11/8) pukul 09.45 WAS dan akan kembali ke tanah air pada 20 September 2017.

Menurut laporan dari Kasi Haji dan Dinas Kesehatan dari seluruh calhaj sudah siap melaksanakan ibadah haji baik secara fisik maupun mental. “Calhaj yang risiko tinggi mencapai 400 orang, namun yang direkomendasikan untuk menunda keberangkatan hanya tiga orang. Yang lain masih dapat berangkat dengan catatan ada pendampingan,” katanya. (min)