Gugatan Pengingkaran Status Anak , Fran Lukman Bersihkukuh Lakukan Tes DNA

CILACAP, SATELITPOST-Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cilacap Fran Lukman akan mengajukan banding atas putusan Pengadilan Agama Cilacap, terhadap gugatan pengingkaran anak kepada mantan istrinya Yekti Sumirah. Banding ini dilakukan karena kecewa atas putusan dari PA Cilacap yang menolak gugatan.

“Pengadilan menolak gugatan atas dasar subjek dan objek perkara sama. Permintaan tes DNA untuk memastikan status anak juga ditolak,” ujar Kuasa Hukum Fran Lukman, Bambang Sri Wahono, Selasa (5/12).

Bambang mengatakan, perkara ini berawal dari gugatan cerai dengan istrinya, Yekti diputus PA Cilacap. Selama perkawinan keduanya, lahir satu orang anak yang saat ini berusia empat tahun. Namun, Fran meyakini jika anak tersebut bukan anak biologisnya.

Karena Fran pernah melakukan vasektomi pada tahun 1980-an, sedangkan perkawinan terjadi sekitar tahun 2000. Sehingga usai putusan cerai dari PA Cilacap yang dikeluarkan pada Maret lalu, Fran mengajukan gugatan pengingkaran anak.

Gugatan ini berdasarkan Kompilasi Hukum Islam (KHI) tentang perkawinan Pasal 102, dengan jangka waktu 360 hari mengajukan gugatan pengingkaran anak. Dalam gugatan tersebut, Fran menginginkan adanya bukti tes DNA dari anak yang dilahirkan untuk memastikan statusnya. Namun ditolak oleh pengadilan.

“Fran sudah vasektomi lama, dan menurut saksi ahli yang kita datangkan kemungkinan seseoarang yang telah divasektomi untuk bisa memiliki anak sangat kecil. Jadi dia ragu apa anak tersebut anak kandungnya atau bukan. Untuk memastikannya kan dengan tes DNA dan putusan kemarin tidak ada perintah untuk tes DNA,” katanya.

Sehingga, pihaknya mengajukan kembali gugatan pengingkaran anak ini ke Pengadilan Tinggi Agama di Semarang, sebagai upaya agar anak tersebut bisa dilakukan tes DNA untuk memastikan. Pihaknya juga sudah meminta kepada pihak mantan istrinya untuk melakukan tes DNA namun ditolak.

Sementara itu, Kuasa Hukum Yekti Sumirah, Oncan Purba SH ketika dihubungi melalui sambungan telepon menegaskan jika apa yang digugat tentang anak sudah diputuskan oleh Pengadilan Agama sampai ke Mahkamah Agung dengan perkara No. 4954 / Pdt. G / 2013/PA . Clp. Jo 94/Pdt.G/2015/PTA.Smg. Jo 251 K/AG/2016. Dalam putusan itu, anak tersebut adalah anak sah dalam perkawinan Fran Lukman dan Yekti.

“Itu sudah putusan pengadilan sampai ke Mahkamah Agung loh, jadi kalau mau menggugat lagi tentu kalah. Bagaimana sudah diputus, kok mengugat lagi,” katanya.

Sementara terkait dengan permintaan tes DNA, dia mengatakan hal tersebut bukan sesuatu yang dikehendaki hukum. Sementara pengadilan sudah menjatuhkan putusan, sehingga semuanya harus mentaati hukum.

“Semua harus dilandaskan pada putusan pengadilan, dan mereka mengugat keputusan  yang sudah diputus tidak boleh diputus untuk kedua kalinya. Kita bukannya tidak mau untuk tes DNA, kita bicara hukum dan itu tidak diperbolehkan oleh hukum,” katanya. (ale)

Komentar

komentar

BAGIKAN