Membawa banyak boleh, tapi tentu saja melihat kondisi lokasinya memungkinkan atau tidak. Kalau yang boleh masuk hanya 50 orang masing-masing paslon.

Unggul Warsiadi
Ketua KPU Banyumas

PURWOKERTO, SATELITPOST- Setelah kedua pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Banyumas ditetapkan, tahapan pilkada akan segera berlanjut ke pengundian dan penetapan nomor urut paslon dalam Pilkada 2018.‎ Pengundian dan penetapan nomor urut paslon akan dilakukan di Gedung Korpri, hari ini, Selasa (13/2).

Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Unggul Warsiadi mengatakan ‎pengundian dan penetapan nomor urut paslon sengaja dilakukan di Gedung Korpri karena gedung KPU Banyumas tidak memungkinkan. “Kalau di aula KPU Banyumas ruangannya kurang, jadi kami pakai gedung Korpri yang lebih luas,” kata Unggul.

Unggul mengatakan, kedua pasangan calon wajib hadir dalam pengundian dan penetapan nomor urut. Meskipun dalam penetapan paslon tidak diwajibkan. Sebab, kedua paslon yang akan mengambil nomor undiannya.

“Kedua paslon wajib hadir. Kalau tidak hadir harus ada keterangan yang jelas dan dapat diterima,” ‎kata dia.

Dalam pengundian dan penetapan nomor urut, kedua paslon menurut dia diperbolehkan membawa pendukung sebanyak mungkin. Namun, masing-masing paslon hanya diperbolehkan membawa 50 pendukung yang memasuki gedung Korpri. Karena kapasitas ruangan yang hanya mampu menampung sekitar 200 orang.

“Membawa banyak boleh, tapi tentu saja melihat kondisi lokasinya memungkinkan atau tidak. Kalau yang boleh masuk hanya 50 orang masing-masing paslon,” katanya.

Lebih lanjut, Unggul mengatakan masing-masing paslon akan diberi waktu sekitar lima menit untuk mengungkapkan filosofi dari masing-masing perolehan nomornya. “Tapi belum boleh kampanye dulu,” kata dia.

Selain itu, ia juga mengimbau kedua paslon supaya menjaga kondusivitas. Ketika berangkat boleh ramai-ramai tapi setelah penetapan nomor menur‎utnya tidak diperkenankan konvoi keliling Purwokerto. Karena belum memasuki masa kampanye. (alf)