IDA Fauziyah saat melakukan silaturahmi dengan warga NU Banyumas di Hotel Aston Imperium, Sabtu (10/2).

PURWOKERTO, SATELITPOST- Bakal calon wakil gubernur Jawa Tengah, Ida Fauziyah terlihat mencium tangan Habib asal Kabupaten Banyumas saat didoakan di hadapan ratusan warga NU Banyumas dalam silaturahmi warga NU di Hotel Aston Imperium, Sabtu (10/2). Wajah Ida nampak berseri paskadidoakan Habib serta ratusan warga NU Banyumas.

Tak lupa, Ida menyempatkan berbincang dan berfoto bersama satu persatu warga NU yang turut hadir. Sebelumnya, Ida memulai aktivitas di Kota Satria dengan ziarah ke makam Syekh Maqdum Wali serta mengunjungi PCNU Banyumas.

Di tengah warga NU Banyumas, bakal calon wakil gubernur pasangan Sudirman Said ini berjanji akan mengakomodir aspirasi kiai dan kaum santri. “Saya bersama Pak Sudirman sudah berkomitmen akan pro santri, pro wong alit (rakyat kecil), serta pro perempuan dan anak,” kata wanita yang pernah menjabat sebagai Ketua Fattayat NU ini.

Ketua LKK NU ini mengatakan komitmen untuk memperhatikan kaum santri merupakan aspirasi para kiai. Yang nantinya, menurut dia akan difasilitasi di dalam APBD. Bukan hanya kaum santri, tapi juga wong alit dan perempuan.

Menurutnya, pernikahan perempuan yang masih anak-anak cukup tinggi sehingga juga berdampak pada tingginya perceraian.”Angka kematian ibu juga tinggi. Banyak perempuan harus bekerja ke luar negeri,” katanya.

Ia juga mengatakan, komitmennya terhadap kesejahteraan perempuan juga akan dilakukan dengan menciptakan wirausaha perempuan.‎ Sementara ini, menurutnya fokus pemerintah tidak komprehensif dalam mewujudkan wirausahawan.

“Bukan sekadar pelatihan saja, tapi juga modal serta akses membuka pasar. Akan mengadopsi program kementrian tenaga kerja‎, yakni desa migrasi produktif yang disesuaikan,” katanya pada SatelitPost usai silaturahmi dengan warga NU Banyumas.([email protected])

‎Yakin Dapat Restu Warga NU

Mendapat rekomendasi dari DPP PKB untuk mendampingi Sudirman Said, Ida yakin warga NU di Jawa Tengah mendukungnya.‎ Menurutnya, hampir semua tokoh, kiai dan warga NU di Kabupaten/Kota di Jateng mengatakan tidak sekadar mendoakan. Tapi juga memberi jalan, dengan niat yang baik dan harapan tulus ingin memuliakan masyarakat Jateng.

“Saya sangat yakin warga NU mendukung saya. Karena sejak kecil saya bersama NU, masa iya tidak diantarkan. Hampir semua warga NU di Jawa Tengah memberi doa restu dan memberi jalan,” katanya.

Ia mengatakan, pesan Rois Suriyah NU sudah jelas, Jateng sudah lama tidak memiliki representasi warga NU di pemerintahan provinsi. Bahkan, menurutnya yang paling menyedihkan aspirasi warga NU melalui kiainya terkait full day school diabaikan.  “Sekian lama warga NU menjadi bagian terbesar di Jateng, selama ini terabaikan aspirasinya,” kata dia.

Untuk mendulang suara dan doa restu warga NU. Ida juga melakukan silaturahmi ke semua PCNU di Kabupaten/kota se-Jateng. Beberapa kabupaten/kota sudah disambangi, terakhir di Kabupaten Banyumas dan Cilacap.

Bahkan, ia juga mengatakan meskipun lawannya dalam Pilgub Jateng juga tokoh NU dari Mbah Moen. Tapi, Ida mengaku akan tetap melakukan silaturahmi ke kediaman Mbah Moen dan semua warga NU tanpa terkecuali.

“Iya ke sana. Silaturahmi kan tidak memandang siapa pun, silaturahmi ini sangat penting. Saya akan datang mengetuk dari hati ke hati. Karena menyampaikan gagasan ke masyarakat kan juga tidak pilah pilih,” katanya.

Terkait suara NU yang kemungkinan terpecah, Ida juga menanggapi dengan santai. Baginya, suara NU mencerminkan demokrasi. “Tidak masalah, ini kan demokrasi,” kata dia. (alfiatin)