PURBALINGGA, SATELITPOST-Industri pengolahan dan usaha perdagangan besar, menjadi sektor yang mendominasi usaha di Purbalingga.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Purbalingga, Agustinus Heriyanto mengatakan, berdasarkan hasil sensus ekonomi (SE) tahap pertama (Listing) 2016 menyebutkan, BPS berhasil mencatat sedikitnya ada 135 ribu jenis usaha di Purbalingga.

Usaha paling dominan adalah Industri pengolahan emncapai 37,58 persen, sektor perdagangan besar dan eceran 36,99 persen, dan penyedia akomodasi, makanan & minuman 10,35 persen.

“Perkembangan ini didukung dengan pertambahan jumlah penduduk dan tumbuhnya usaha modern. Bisnis online memberikan andil meningkatnya aktivitas ekonomi beberapa tahun terakhir,” kata Agustinus, awal pekan lalu.

Dari kategori usaha perdagangan, industri pengolahan, penyediaan akomodasi, serta makanan dan minuman, berhasil menyerap dua per tiga total tenaga kerja di Purbalingga. Sementara kategori usaha lainnya, masing-masing hanya memiliki kontribusi di bawah 10 persen.

“Pertumbuhan ini cukup positif, karena bisa menyerap cukup banyak tenaga kerja mencapai 210.908 di tahun 2016,” katanya.

Agustinus mengatakan, BPS akan melaksanakan kegiatan pendataan lanjutan berupa pendataan rinci terhadap UMK dan UMB. Petugas akan melakukan pencacahan terhadap UMK menggunakan sampel dan pendataan secara lengkap untuk UMB.

“kami akan menerjunkan 167 petugas terlatih. Pencacahan ini dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih rinci mengenai struktur ketenagakerjaan, struktur permodalan, struktur biaya dan produksi, serta prospek usaha lainnya,” katanya.

Untuk melihat karakteristik usaha, BPS akan mengambil 7.000 sampel dengan 765 di antaranya usaha berskala besar.

“Pencacahan dilakukan sejak Agustus sampai 20 Oktober nanti. Sekarang prosesnya sudah 98 persen,” katanya.

Para pelaku usaha memang diharapkan memberikan data sejujur-jujurnya, supaya data yang terkumpul lebih valid.

“Pelaku usaha harus kooperatif dan berkontribusi memberikan data sejujurnya. Karena data ini nantinya digunakan sebagai acuan membangun perekonomian di Purbalingga,” katanya. (cr)

Komentar

komentar