BUPATI Purbalingga Tasdi SH MM.SATELIPOST/AMIN WAHYUDI

Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diwajibkan membuat galian untuk membuang sampah. Hal tersebut diintruksikan oleh Bupati Purbalingga, Tasdi SH MM, Minggu (11/3) malam. Tujuannya untuk mengurangi penumpukkan sampah di Purbalingga.

“Semua pimpinan OPD untuk membuat tempat pembuangan sampah atau lubang sampah dilingkungan kantor masing-masing dengan luasan 5 x 5 m dan kedalaman 1 meter. Bagi kantor yang lahnnya sempit, agar menyesuaikan,” katanya, usai melakukan pembersihan di sejumlah TPS, Minggu (11/3) malam.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) diminta untuk meneruskan intruksi tersebut kepada semua PAUD/TK/RA/BA, SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA untuk membuat kubangan sampah sesuai ketentuan. Begitu juga kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) diminta untuk memerintahkan semua  instansi di bawah naungannya.

“Dikes untuk melanjutkan ke Rumah Sakit (RS), Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), Poliklinik Kesehatan Desa (PKD), dan Dinperindag perintahkan semua Kepala Pasar di wilayah Kabupaten Purbalingga, untuk para camat perintahkan semua kades serta kalur untuk menjalankan intruksi ini,” kata Tasdi.

Selain membuat galian untuk sampah sementara di masing-masing instansi, Pemkab Purbalingga di bawah pimpinan Bupati Purbalingga Tasdi dan Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, juga mengharap masyarakat bisa semakin bijak dalam mengatasi masalah sampah.

“Pada masa transisi pembuangan sampah ini, pemkab mengimbau agar masyarakat semakin bijak menggunakan bahan-bahan yang tidak berpotensi menjadi sampah yang sulit untuk terurai. Kami (Pemkab, red) memohon kepada masyarakat agar memahami permasalahan yang ada,” ujarnya.

Tasdi menambahkan, rencananya TPA di Bedagas akan menggunakan lahan seluas 10 hektare. Pada tahun 2017, pemkab sudah membeli 5 hektare lahan yang ada di Desa Bedagas.  Saat ini juga tengah dilakukan pembangunan jalan masuk ke calon TPA dari jalan raya. “Saat ini sedang dibangun jalan menuju lokasi TPA, sehingga truk sampah tidak melewati jalan pemukiman,” ujarnya.

TPA di Bedagas rencananya akan dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Bahkan, secara bertahap nantinya akan bisa dimanfaatkan sebagai wisata edukasi. “Sampah diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat seperti pupuk dll, dan juga akan memfungsikan TPA sampah bedagas sebagai lokasi wisata seperti yang sudah dilakukan oleh beberapa kabupaten di Indonesia,” kata Tasdi. (amin)