Jalur Daendels yang membentang antara Yogyakarta-Cilacap, Jumat (15/6). Jalur ini sangat nyaman untuk dilalui untuk mengurai kepadatan lalu lintas saat musim mudik Lebaran.ISTIMEWA

KEBUMEN, SATELITPOST-Jalur Daendels merupakan salah satu jalur alternatif di pesisir Pulau Jawa. Jalur sepanjang 130 km ini membelah mulai dari Yogyakarta hingga Kabupaten Cilacap. Dan melewati Kabupaten Kulonprogo, kemudian mengiris Purworejo dan Kebumen.
Dahulu jalur ini dikenal sebagai zona merah. Karena tak hanya padat kendaraan, jalur ini juga rawan kecelakaan dan rawan terjadi aksi kejahatan kriminal. Seperti pembegalan di jalan raya.
Padahal jalur ini diakui sangat membantu mengurai kemacetan di jalur utama (tengah). Terutama pada saat ramai seperti liburan, maupun arus mudik hari raya, baik Lebaran, Natal maupun Tahun Baru.

“Dulu jalannya licin berkerikil, berlubang dan belum baik di sini Jalur Lingkar Selatan Selatan (JLSS) atau biasa disebut Jalur Daendels,” ujar Ganjar yang mengaku telah beberapa kali mengunjungi jalur ini sejak menjabat sebagai Gubernur Jateng.
Namun kini melalui program APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBN pemerintah memperbaiki jalur tersebut secara optimal. Hingga jalur Daendels tak lagi dikenal sebagai jalur merah.
“Sekarang jalannya mulus kayak jalan tol,” kata Rahmawati, salah satu pemudik asal Jakarta saat melintas di Jalur Daendels Kebumen.
Kondisi ini, kata dia, berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Dimana, jalannya rusak parah sehingga mengakibatkan banyak kecelakaan. “Sekarang beda jauh kondisinya,” kata dia. (tha)