Petugas sedang memasang papan peringatan bagi kendaraan yang akan melintasi jalur penghubung Banjarnegara-Karangkobar di Desa Paweden, kemarin (12/3).satelitpost Maula

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Jalur penghubung Banjarnegara-Karangkobar yang sempat ditutup akibat longsor di Desa Paweden, secara resmi kembali dibuka sejak, Minggu (11/3) lalu. Namun, tonase kendaraan yang melintas masih dibatasi.

“Jalur sudah kami buka, tapi kami minta ada batasan tonase bagi kendaraan yang melintas. Maksimal tujuh ton,” kata Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, kemarin (12/3).

Batasan tonase tidak dikenakan bagi kendaraan pengangkut BBM dan Elpiji untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Karangkobar, Wanayasa, Kalibening, dan Pejawaran.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, meresmikan pembukaan jalur penghubung Banjarnegara-Karangkobar di Desa Paweden, kemarin (12/3). satelitpost Maula

“Masyarakat mengeluhkan naiknya sejumlah harga di wilayah atas ini, mulai dari harga BBM, Elpiji dan sejumlah bahan-bahan keperluan lain,” katanya.

Tidak hanya itu, keluhan akibat belum normalnya jalan di Paweden juga berimbas ke sektor lain, seperti pendidikan, kesehatan, dan perdagangan.

“Sebenarnya ini tanggung jawab Bina Marga Propinsi Jawa Tengah. Tapi karena mendesak untuk segera memulihkan jalan, hampir satu bulan kami membersihkan material longsoran sampai membuka akses,” katanya.

Terkait kelanjutan jalan darurat tersebut, Bupati Budhi meminta Bina Marga Propinsi Jawa Tengah untuk menyempurnakannya menjadi jalan permanen.

Kepala Bidang Bina Marga Propinsi Jawa Tengah, Hanung Prayitno mengatakan, setelah selesai pengerjaan jalan yang dilakukan pihak kabupaten, akan dilakukan penyempurnaan jalan darurat Paweden.

“Kami berikan apresiasi kepada Pemkab Banjarnegara yang sudah berupaya membantu mengupayakan pembuatan jalan darurat ini. Kami sedang berkoordinasi dengan bidang teknis dan geologi, untuk pembuatan jalan permanen agar lebih tepat penempatannya,” ujarnya. (oel)