CILACAP, SATELITPOST-Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cilacap akan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Provinsi Jawa Tengah dan Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat, untuk tidaklanjut dari tertangkapnya FD alias Adoe (28). Tindaklanjut ini dilakukan untuk mengungkap jaringan Batam-Medan yang diduga dikendalikan dari dalam Lapas Batam.

“Kalau sudah lintas provinsi kita koordinasi dengan BNN Pusat,” ujar Kepala BNNK Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Triatmo Hamardiyono, Kamis (14/9).

BNNK Cilacap juga masih terus mengorek dan melakukan penyidikan kepada FD yang merupakan pengantin baru ini, untuk mengungkap jaringannya. Diduga adik iparnya yang mengendalikan di dalam Lapas Batam.

Meskipun ada peredaran narkoba ini dikendalikan di dalam Lapas Batam, menurutnya, sampai saat ini belum ditemukan adanya indikasi berhubungan dengan jaringan napi di lapas Nusakambangan.  “Belum ditemukan indikasi ke sana,tapi belum tahu jika dijuak di sana (Nusakambangan),” katanya.

Fd ditangkap di rumah istrinya di Sitinggil Desa Rawajaya Kecamatan Bantarsari, Selasa (12/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Warga Kelurahan Sungai Langkai Kecamatan Sanggulung Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau ditangkap oleh BNNK Cilacap, karena diduga memiliki sabu-sabu seberat 61 gram. Penangkapan terhadap tersangka ini sudah dilakukan penyelidikan hampir setengah bulan lamanya.

Sabu-sabu milik tersangka disimpan di dalam tas warna merah milik istrinya di dalam almari kamar. Sabu-sabu tersebut dikendalikan dari Lapas Batam, dan kemudian dibawa dari Medan menuju ke Bandung menggunakan jalur udara. Teman tersangka ini membawa sabu tersebut dengan di masukkan ke dalam kondom yang di masukan ke dalam dubur. Tersangka kemudian mengambil dari bandara Kota Bandung dan dibawa menuju ke Cilacap menggunakan jalur darat atau bus.

Selain sabu-sabu, barang bukti yang diamankan oleh BNNK di antaranya ponsel merek nokia warna biru, korek api sebanyak dua buah, plastik klip kecil sebanyak 67 buah, kertas aluminium foil, timbangan elektrik merek Idealife, dan tas warna merah.

Ngakunya hanya sebagai kurir, tapi melihat adanya timbangan dan plastik klip kecil, menandakan bahwa yang bersangkutan akan mengedarkan,” kata AKBP Triatmo didampingi Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Parwito.

Sasaran sabu-sabu ini, kepada masyarakat di Cilacap dengan paketan @5 gram. Namun, tersangka ini masih menunggu instruksi dari jaringannya di Batam dan Medan untuk dikirimkan ke konsumen.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka disangkakan pasal 112 ayat 2 UU no 35 tahun 2009 junto pasal 114 ayat 2 dengan maksimal hukuman mati, dan denda maksimal Rp 10 miliar. (ale)