TIM Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjarnegara mengevakuasi jenazah korban tenggelam di danau penggalian depo pasir Saga di Desa Wanadri, Kecamatan Bawang, Rabu (6/12).SATELITPOST/MAULA
TIM Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjarnegara mengevakuasi jenazah korban tenggelam di danau penggalian depo pasir Saga di Desa Wanadri, Kecamatan Bawang, Rabu (6/12).SATELITPOST/MAULA

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Jasad Afif Arifudin, warga Dusun Krajan Desa Wanadri Kecamatan Bawang, akhirnya ditemukan tim SAR gabungan, Rabu (6/12) sekitar pukul 08.10 WIB.

Pemuda 21 tahun tersebut, tengglam saat mandi di danau penggalian depo pasir Saga, di Desa Wanadri, Kecamatan Bawang, Selasa (5/12) sore.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, sesaat sebelum kejadian sekitar pukul 15.00 WIB, Afif mandi di danau bekas galian pasir yang berada di kompleks Depo Pasir Saga, Dusun Kemantulan, Desa Wanadri, Kecamatan Bawang.

Saat mandi di danau seluas 400 meter persegi dengan kedalaman sekitar 4 hingga 7 meter itu, Afif sempat berenang menepi. Dia diduga mengalami kram, hingga akhirnya tenggelam. Rekan Afif yang mengetahui kejadian itu berusaha menolong korban, namun tidak berhasil menyelamatkannya.

Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjarnegara, Andri Sulistyo mengatakan, setelah mendapatkan laporan, tim TRC Banjarnegara dibantu dua personel Basarnas Pos SAR Cilacap melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet. Hingga pukul 21.00 WIB, jasad korban tak juga ditemukan.

“Kita sempat mencoba untuk menguras air disedot menggunakan pompa, tetapi air tak kunjung surut. Pencarian akhirnya sempat dihentikan,” katanya.

Keesokan harinya, pencarian kembali dilanjutkan tim gabungan. Setelah ditemukan jasadnya dievakuasi dan diidentifikasi personel Polres Banjarnegara dan Puskesmas II Bawang. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga dan dibawa  ke rumah duka.

“Pencarian dilakukan Basarnas dengan penyelaman di tengah danau. Setelah dilakukan penyelaman selama 30 menit, baru jasad korban berhasil ditemukan,” kata Kalakhar BPBD Banarnegara, Arief Rahman. (oel)

Komentar

komentar

BAGIKAN