CILACAP, SATELITPOST-Warga binaan di Lembaga Permasyarakatan Cilacap yang masuk dalam TPS Khusus 114 Kelurahan Sidanegara lebih banyak memilih pasangan capres Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Selisih angka dari kedua capres ada sekitar 19 suara.

Hasil perhitungan, untuk Capres Jokowi-Ma’ruf mendapat suara sebanyak 75 suara, dan untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih sebanyak 56 suara. Serta ada satu surat suara tidak sah.

Dari jumlah suara sah yang ada, tidak semua napi yang memiliki hak suara tidak memberikan suaranya. Pasalnya, sebelumnya Ketua KPPS TPS Khusus 114, Heri Sutriadi mengatakan di Lapas Cilacap ada sebanyak 214 pemilih.

Dari jumlah tersebut, 118 orang napi masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), akan tetapi karena ada pergerakan keluar, hanya ada sebanyak 54 orang napi yang masuk DPT. Selain itu ada sebanyak 85 napi yang menggunakan formulir pindah memilih atau A5, termasuk para pegawai sebanyak 31 orang.

“Karena hanya ada sebanyak 121 surat suara dan hanya satu TPS, maka kekurangan surat suara, didatangkan surat suara dari TPS 02 dan TPS 03 Sidanegara, sehingga ada suara yang masuk ke sana,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Cilacap Bachtiar Hastiarto mengatakan jika Lapas Cilacap menajdi satu lokasi yang dipantau oleh Bawas pada hari pencoblosan kemarin. Pengwasan ini dilakukan agar wargabinaan di Lapas bisa memberikan hak suaranya.

“Ada 54 napi yang masuk DPT, dan yang menggunakan A5 sejumlah 85 sehingga 139 orang. Sedangkan surat suara ada 121 surat suara, sehingga ada kekurangan surat suara 18 surat suara. Saya sampaikan untuk koordinasi dengan PPK, dan dijanjikan akan dikirim surat sura tersebut dari TPS terdekat. Kita berharap semua wargabinaan di Lapas bisa menyalurkan hak pilihnya, meski dalam keterbatasan,” katanya.

Di Lapas, Bawaslu mengaku bertemu dengan salah satu mantan pejabat yang sedang berada di dalam. Dia mengapresiasi, meski berada di dalam Lapas, masih tetap berpartisipasi dalam pemilu. “Tadi ketemu dengan mantan pejabat, pak Sayidi yang memberikan hak pilihnya, untuk pak Probo belum dapat informasinya,” katanya.

Salah satu napi, Sudar mengaku ikut berpartisipasi dalam pemilu karena mendapat undangan pencoblosan. Dia mendapatkan lima surat suara sama seperti lainnya. “Ya dapat 5 surat suara, meski tadi banyak yang tidak tahu ya untung-untungan calegnya saja, karena beda dapil, kan saya dari Adipala (dapil 5),” katanya.

Dia yang divonis beberapa tahun penjara ini mengatakan jika tidak berharap banyak dengan mereka yang dipilih. Karena selama lima tahun kedepan pun dia masih berada di dalam penjara. “Kalau nyoblos langsung keluar ya, ini sama saja,” katanya. (ale)