Ilustrasi

PURBALINGGA, SATELITPOST-Peristiwa siswa MTs Ma’arif NU 10 Krenceng Kecamatan Kejobong yang menantang duel gurunya menjadi keprihatinan tersendiri khususnya bagi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga. Atas peristiwa ini juga, akan dijadikan bahan evaluasi dan introspeksi. Tidak hanya soal sistem belajar mengajar, tapi Kemenag juga meminta pegawai lebih hati-hati dan bijak dalam menggunakan sosial media.

“Ini menjadi bahan evaluasi bagi kita semua untuk mawas diri dan mengevaluasi diri. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua tanpa terkecuali untuk berintrospeksi agar ke depan bisa menjadi lebih baik,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga, Karsono, kemarin.

Kasubag TU Kemenag Kabupaten Purbalingga, Ahmad Muhdzir (bukan Plt Kepala Kemanag seperti yang tertulis kemarin, red), menyampaikan, kasus sudah diselesaikan, bersama dengan pihak keluarganya. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar video yang dimaksud untuk tidak lagi disebarluaskan. Para pegawai di lingkungan Kemenag dan madrasah serta seluruh masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

Baca Juga: Viral Video Murid Tantang Guru di Purbalingga, Begini Kejadiannya

“Untuk video dan berita terkait siswa dan guru MTs Krenceng ini saya minta tidak lagi disebar lagi karena sudah dilakukan mediasi dan pembinaan oleh Kemenag. Gunakan medsos untuk hal-hal yang positif dan jangan gunakan untuk hal-hal yang negatif,” katanya.

Kepala MTs Krenceng, Basrun melalui surat pemberitahuannya bernomor MTs.10/A/162/II/2018 tertanggal 5 Pebruari 2018 yang ditujukan kepada Bupati Purbalingga dan ditembuskan kepada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Purbalingga menjelaskan kronologi kejadian yang sesungguhnya.

Kejadian tersebut berawal dari tiga siswa VIII c dan seorang siswa IX c yang dilaporkan warga sedang kumpul-kumpul di rumah penduduk di Desa Sokanegara yang terletak cukup jauh dari madrasah, pada jam sekolah. Penanganan yang dilakukan pihak madrasah adalah menjemput para siswa beserta barang bukti berupa rokok dan dua sepeda motor.

“Saat dibina oleh Waka Siswa dan Staf BK di ruang tamu inilah terjadi peristiwa siswa menantang guru untuk duel. Pada saat itu tidak ada peristiwa duel antara guru dengan siswa,” katanya.

Seperti diberitakan kemarin, sebuah video seorang siswa berpakaian biru putih, yang nampak memaki-maki bahan melepas pakaian menantang duel gurunya membuat geger masyarakat Purbalingga. Video tersebut beredar dan menjadi viral di media sosial facebook. Dikabarkan, dalam video tersebut merupakan siswa MTs Ma’arif NU 10 Krenceng, Kejobong Purbalingga. (min)