PLT BUPATI Purblingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon, saat pidato pada acara buka bersama ASN, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat se-Kabupaten Purbalingga di Pendapa Dipokusumo, Jumat pekan lalu.

Roda pemerintahan harus tetap berjalan, pelayanan harus tetap berjalan, kami harap kejadian kemarin ini menjadi pelajaraan yang sangat berharga. Termasuk untuk saya sendiri, agar saat bertugas bisa mawas diri dan amanah. Tetap on the track, berada pada koridor yang benar, waspada dan hati hati, jangan sampai kejadian itu terulang

Plt Bupati Purbalingga

Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon

PURBALINGGA,SATELITPOST-Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon, mengatakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan Bupati Tasdi dan pejabat lain menjadi keprihatinan tersediri bagi para Aparature Sipil Negara (ASN) di Purbalingga. Namun Tiwi menegaskan roda pemerintahan di lingkungan Pemkab Purbalingga akan tetap berjalan. Ia meminta peristiwa itu menjadi pelajaran bagi para ASN untuk menjalankan tugas sesuai peraturan.

Tiwi menyampaikan hal itu pada acara buka bersama ASN, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat se-Kabupaten Purbalingga di Pendapa Dipokusumo, Jumat (8/6/2018). Ia mengakui, baik di pemerintahan maupun masyarakat sedang sedih dan prihatin. Namun, Tiwi mengimbau kepada ASN agar jangan sampai membuat patah semangat dan menurunkan semangat kerja.

“Roda pemerintahan harus tetap berjalan, pelayanan harus tetap berjalan, kami harap kejadian kemarin ini menjadi pelajaraan yang sangat berharga. Termasuk untuk saya sendiri, agar saat bertugas bisa mawas diri dan amanah. Tetap on the track, berada pada koridor yang benar, waspada dan hati hati, jangan sampai kejadian itu terulang,” ujar Tiwi.

Mengemban jabatan baru sebagai Plt Bupati, Tiwi meminta kerja sama dan bimbingan kepada seluruh elemen. Kerja sama dan sinergitas yang telah terjalin diharapkan bisa lebih baik lagi. Sehingga bisa mensukseskan visi misi pemerintahan yang selama ini telah diusahakan.

“Tentunya dalam menjalankan tugas saya tidak bisa kerja sendiri. Saya manusia biasa yang punya keterbatasan, saya mohon doa restu bimbingan dan arahan dari bapak kiyai, tokoh masyarakat agar bisa saiyeg saeka praya, holopis kuntul baris,” katanya.

Tiwi mengatakan, dengan menjalankan roda pemerintahan dengan baik dan semangat, itu menjadi cara yang ampuh untuk bangkit dari keterpurukan. Seiring dengan itu maka diharapkan bisa segera mengembalikan citra positif Purbalingga.

“Bilamana kejadian kemarin membuat citra Pemkab Purbalingga hancur di mata masyarakat, kami mohon teman-teman jurnalis untuk kembali membangun citra positif Kabupaten Purbalingga,” kata Tiwi. ([email protected])