SEKRETARIS Dinas Satpol PP Kabupaten Banjarnegara bersama Kabid Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat Provinsi Jateng memberikan Sosialisasi Kawasan Tertib kepada Pedagang Kaki Lima (PKL), Kamis (12/10).

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjarnegara terus melakukan penertiban terkait Pedagang Kaki Lima (PKL), reklame, dan orang terlantar, serta gelandangan.

Untuk itu, Satpol PP Banjarnegara semakin gencar dalam menyosialisasikan beberapa kawasan di Banjarnegara yang menjadi wilayah bebas PKL, gelandangan, pengemis, dan reklame. Aksi sosialisasi ini dilakukan oleh Satpol PP Banjarnegara bersama dengan Satpol PP Provinsi Jateng.

“Ada beberapa titik yang menjadi kawasan tertib PKL, reklame, serta bebas mengemis, gelandangan, dan orang telantar, termasuk jalur sepanjang jalan tentara pelajar mulai dari gerbang Perum Limbangan Baru hingga jembatan Aries Sokanandi,” kata Sekretaris Dinas Satpol PP Banjarnegara Tulus Sugiharto.

Menurutnya, sosialisasi dilakukan dengan mendatangi langsung para pedagang yang ada di wilayah kawasan tertib PKL. Tidak hanya itu, Satpol PP juga melakukan sosialisasi dengan memberikan selebaran, liflet maupun pamflet, serta papan peraga.

“Kita sudah membagikan sekitar 500 pamflet lebih pada para PKL dan masyarakat, termasuk memasang papan peraga,” ujarnya.

Pemasangan papan peraga dan pembagian selebaran ini dilakukan agar para PKL, PGOT, dan pemasang reklame tidak sembarangan melakukan aktivitas di areal yang sudah dilarang tersebut. Artinya, papan ini juga untuk mengingatkan semua, sehingga tidak terjadi pelanggaran.

Selain itu, melalui sosialisasi ini, para PKL yang ada di jalan tersebut bisa mulai bersiap pindah dan tidak lagi berjualan di lokasi telarang. Para PKL ini masih memiliki kesempatan untuk mencari lahan baru yang memang diperbolehkan untuk berjualan.

“Trotoar ini bagian dari jalan dan disediakan untuk pejalan kaki dan tidak boleh untuk jualan. Trotoar dibuat untuk memberikan keamanan bagi para pejalan kaki,” katanya.

Ke depan, setelah papan dan sosialisasi ini terpasang, jajaran Satpol PP Banjarnegara akan menindak tegas pada para pedagang yang melanggar. Saat ini pihaknya masih sebatas peringatan untuk segera mencari lahan baru dan tidak lagi berjualan di trotoar.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman kemasyarakatan Jatmiko mengatakan, larangan trotoar pada jalan protokol sebagai tempat berjualan ini sudah diatur dalam Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2014 dan Perda No. 2 Tahun 2015.

“Saat ini kawasannya baru wilayah Kecamatan Kota,” ujarnya.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Satpol PP Provinsi Jawa Tengah Sukar mengatakan, kawasan bebas pengemis, gelandangan, pengamen dan orang telantar adalah kawasan yang sama sekali tidak ada PGOT.

“Kawasan bebas artinya sama sekali tidak ada, kalau kawasan tertib PKL dan reklame artinya boleh ada, tapi menyesuaikan Perda yang ada, di dalamnya diatur kapan PKL boleh berjualan, di mana reklame boleh dipasang,” ujarnya. (oel)

Komentar

komentar